Jumat 12 Juli 2019, 22:40 WIB

Jemaah Gelombang I Diimbau tidak Bawa Barang Berlebihan

Sitria Hamid dari Arab Saudi | Haji
Jemaah Gelombang I Diimbau tidak Bawa Barang Berlebihan

Media Center Haji 2019
Petugas menyemprotkan air ke jemaah haji kloter pertama yang baru mendarat di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah

JEMAAH haji Indonesia gelombang satu yang diberangkatkan dari Madinah ke Makkah diharapkan tidak membawa barang-barang yang berlebihan. Karena, dikhawatirkan kapasitas bus tidak cukup.

Kepala Seksi Transportasi Madinah, Fitsa Baharuddin, menyampaikan hal itu, di Kantor Urusan Haji, Kamis (11/7) malam waktu Arab Saudi (WAS).

"Pemberangkatan pertama (tanggal 14 Juli) akan dilakukan untuk tiga kloter, yaitu kloter Surabaya 1 (SUB), Batam 1 dan 2 (BTH)," jelas Fitsa seperti dilaporkan wartawan Media Indonesia, Sitria Hamid, dari Madinah .

Menurut dia, bus yang digunakan berkapasitas maksimal 50 penumpang. Dan dalam satu rombongan jumlahnya berkisar antara 46 hingga 50 orang.


Baca juga: Jemaah Haji Gelombang I Madinah Dipastikan Singgah di Bir Ali


Namun, lanjut dia, kapasitas bagasi bus terbatas sehingga jemaah diminta tidak membawa barang-barang berlebih. Biasanya bawaan jemaah bertambah karena membawa oleh-oleh atau suvenir dari Madinah. Untuk jemaah gelombang pertama, kata dia,bisa membeli oleh-oleh di Makkah.

"Biasanya bagasi overload, kapasitas bus di bagasi sangat terbatas. Isinya oleh-oleh, kemudian ada yang bawa perlengkapan alat masak, itu yang jadi over bagasi," kata Fitsa.

Kekhawatiran lainnya adalah keterlambatan keberangkatan bus, terutama dengan jadwal pukul 20.00 WAS. Mengingat, pos Bir Ali sebagai lokasi pengambilan miqot atau niat ihram memiliki batas waktu hingga pukul 22.00 WAS.

"Jika memberangkatkan lambat di Bir Ali, mereka harus balik lagi," kata Fitsa.

Sebanyak 94.550 jemaah haji dan petugas termasuk dalam gelombang pertama yang ke Madinah. Mereka terdiri dari 229 kloter yang datang ke Madinah rata-rata 14-18 kloter per harinya. (OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More