Sabtu 13 Juli 2019, 05:55 WIB

Negeri Taj Mahal Siap Jalankan Misi ke Bulan

AFP/Tes/I-1 | Internasional
Negeri Taj Mahal Siap Jalankan Misi ke Bulan

AFP
Chandrayaan-2

 

INDIA akan berpacu dalam arena antariksa internasional pada Senin mendatang. Negara padat penduduk itu berhasil meluncurkan misi berbiaya rendah, menjadikannya sebagai negara keempat yang mendaratkan wahana di bulan.

Lima hari sebelum peringatan pendaratan pertama manusia di bulan, Chandrayaan-2 akan meluncur dari pulau tropis di Negara Bagian Andhra Pradesh, setelah melewati masa pembangunan satu dekade. Misi ini juga akan menyoroti sejauh mana perjalanan ruang angkasa, sejak lompatan besar Neil Armstrong bagi umat manusia selama misi Apollo 11.

Otoritas India menghabiskan anggaran sekitar US$140 juta untuk menyiapkan Chandrayaan-2, yang akan melewati perjalanan 384.400 kilometer (km) dari Satish Dhawan Space Center ke pendaratan terjadwal di Kutub Selatan Bulan pada 6 September.

Hampir seluruh komponen pengorbit­, pendarat dan penjelajah Chandrayaan-2 diproduksi di Negeri Taj Mahal. India menggunakan peluncur roket paling kuat, GSLV Mk III, untuk membawa pengorbit dengan berat 2,4 ton, yang memiliki umur misi sekitar satu tahun. Pesawat ruang angkasa tersebut akan membawa pendarat Vikram dengan berat 1,4 ton, yang dijadwalkan membawa penjelajah Pragyan seberat 27 kilogram, ke dataran tinggi antara dua kawah di Kutub Selatan Bulan.

Kepala Organisasi Penelitian Luar Angkasa India (ISRO), K Sivan, mengungkapkan pendaratan 15 terakhir Vikram akan menjadi momen yang paling mengkhawatirkan­. “Sebab kami belum pernah melakukan misi yang begitu rumit,” ucapnya.

Penjelajah bertenaga surya dapat mengarungi perjalanan hingga 500 meter, dan diyakini beroperasi penuh selama satu hari di bulan. Itu setara dengan 14 hari di bumi. Penyelidikan awal akan fokus mencari sejumlah tanda air dan catatan fosil dari tata surya awal.

Terlepas dari anggaran yang relatif kecil, misi ruang angkasa itu menuai petanyaan mengenai sumber pendanaan, ketika India masih dihantui kelaparan dan kemiskinan. Bagaimanapun kebanggan nasional tengah dipertaruhkan. Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi, berjanji untuk mengirim misi berawak ke orbit pada 2020.

Kepala Kebijakan Luar Angkasa di Observer Research Foundation, Rajeswari Pillai Rajagopalan, menyebut Chandrayaan-2 akan meningkatkan reputasi bangsa di mata internasional. “Program angkasa luar dari Asia menjadi semakin kompetitif,” kata dia.

Seorang ilmuwan untuk misi penjelajah NASA ke Mars, Amitabha­ Ghosh, menilai manfaat Chandrayaan-2 sangat besar jika dibandingkan dengan investasinya. “Misi ruang angkasa dari kompleksitas Chandrayaan-2 membawa pesan khusus, bahwa India mampu mewujudkan pengembangan teknologi yang rumit,” ucap Ghosh. (AFP/Tes/I-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More