Bangun Indonesia Timur, Unhas Jajaki Kerja Sama Internasional

Penulis: Antara Pada: Jumat, 12 Jul 2019, 22:20 WIB Humaniora
Bangun Indonesia Timur, Unhas Jajaki Kerja Sama Internasional

Ist
Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Hasanuddin Syafruddin memimpin rapat di Jakarta, Jumat (12/7).

MAJELIS Wali Amanat (MWA) Universitas Hasanuddin menyatakan tengah melakukan penjajakan kerja sama dengan dua universitas internasional, untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia, khususnya di Kawasan Timur Indonesia.   

"Saat ini kami sedang menjajaki kerja sama dengan Melbourne University di Australia dan Victoria University di Wellington, Selandia Baru," ujar Ketua MWA Unhas, Syafruddin, saat rapat MWA, di Jakarta, Jumat (12/7).   

Syafruddin, yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, mengatakan, melalui kerja sama itu, Unhas akan menjadi pusat pengembangan pendidikan di Kawasan Indonesia Timur.  

Kerja sama pendidikan internasional ini juga akan melibatkan Universitas Indonesia dan sejalan dengan fokus pemerintah dalam lima tahun ke depan yaitu pengembangan sumber daya manusia.

"Kita akan bangun simbiosis mutualisme antara pemerintah baik pusat dengan daerah dengan kampus. Sehingga pemerintah memanfaatkan kampus sebagai think tank," ungkap Syafruddin.

Terkait dengan dana pendidikan untuk program ini, MWA Unhas akan menggandeng Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Sementara itu, di tempat yang sama anggota MWA Unhas, Sofjan Wanandi, menyambut gembira kabar kerja sama Unhas dengan dua universitas internasional tersebut.  

"Ini sangat menggembirakan dan 'surprise', Pak Syafruddin dapat mencari terobosan dan inovasi dalam pengembangan SDM Indonesia sesuai dengan fokus program kerja presiden ke depan dengan melibatkan universitas," paparnya.

Sofjan meyakini melalui kerja sama ini akan menghasilkan SDM yang mampu bekerja lebih efisien dan efektif sehingga Indonesia menjadi
negara yang maju.


Baca juga: 14 Ribu Calon Mahasiswa Mendaftar Ujian Mandiri UNS


Hal senada juga diungkapkan Rektor Unhas, Profesor Dwia Aries. Dwia berharap melalui kerja sama tersebut akan menjadikan Unhas setara dengan universitas terbaik di dunia.

"Tentu kerja sama ini akan meningkatkan peringkat Universitas Hasanuddin di world class university. Karena salah satu kriterianya adanya kelas internasional dan kerja sama dengan universitas internasional," ujar Dwia.  

Ia juga mengapresiasi kesempatan yang diperoleh Unhas untuk menjadi bagian dari pusat pengembangan kapasitas aparatur pemerintah.    

"Senang sekali Universitas Hasanuddin bisa dipercaya untuk pengembangan capacity building Indonesia timur," pungkas Dwia.

Sementara itu, Profesor Eko Prasojo selaku perwakilan Universitas Indonesia menjelaskan kerja sama tripartit ini akan mendorong peningkatan program reformasi birokrasi di Indonesia. Sebab, kata dia, kerja sama dengan Universitas Melbourne dan Universitas Victoria termasuk dalam hal riset dan pembangunan kapasitas aparatur pemerintahan.  

"Kerja sama ini akan menjadi capacity building bagi ASN sehingga dapat menghasilkan orang yang lebih paham dalam membuat kebijakan mengenai reformasi birokrasi, public policy, dan public administration," ujar Eko.

Terkait rencana kerja sama tersebut, Kemenpan-RB juga menyampaikan akan melakukan seleksi ASN di wilayah barat dan wilayah timur untuk belajar kebijakan publik dan administrasi publik di Universitas Melbourne dan Universitas Victoria.

"Nantinya kami akan seleksi ASN di mana untuk wilayah barat para ASN ini akan kuliah selama setahun di UI sedangkan wilayah timur akan kuliah dahulu di Unhas setelah itu baru kita kirim ke luar," ujar Deputi bidang Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan
Pengawasan, Muhammad Yusuf Ateh. dalam rapat tersebut. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More