Cegah Karhutla di Riau, KLHK Perkuat Sinergi

Penulis: Rudi Kurniawansyah Pada: Jumat, 12 Jul 2019, 23:00 WIB Humaniora
Cegah Karhutla di Riau, KLHK Perkuat Sinergi

MI/MOHAMAD IRFAN
Raffl es B. Panjaitan , Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Kementerian LHK

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyambut baik program pencegahan karhutla dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang baru diluncurkan di Riau dan Sumatra Selatan, pada bulan ini.

“Program pencegahan dari BNPB dan KLHK diharapkan bisa sinergi dan efektif mencegah karhutla. Agar patroli dari kedua lembaga bisa efektif, KLHK mengusulkan agar area patroli tidak tumpang-tindih sehingga cakupan area patroli pencegahan karhutla di Riau bisa lebih luas,” ujar Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Raffles B Panjaitan di Pekanbaru, Riau, Jumat (12/7).

Saat ini KLHK telah membentuk 35 posko patroli terpadu atau Patu, guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau pada masa rawan saat puncak musim kemarau datang. Namun, menurutnya, ke-35 posko itu hanya bisa menjangkau sekitar 100 desa karena dana yang terbatas.

Saat menghadiri kegiatan tatap muka dan apel siaga 1.500 personel gabungan untuk bantuan karhutla Riau di Pekanbaru, Kamis (11/7), Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo mengerahkan 1.500 personel gabungan yang terdiri dari 1.000 unsur TNI, 200 Polri, pemuka masyarakat, pemuka agama, dan wartawan, untuk pencegahan karhutla Riau 2019.

Satgas diharapkan bisa melakukan berbagai bimbingan kepada masyarakat agar masyarakat melakukan perubahan pola dalam mengelola perkebunan atau ladang, agar meninggalkan kebiasaan membakar ladang. BNPB memberikan bantuan anggaran Rp1 miliar untuk operasional.

Namun, Doni beranggapan­, sebesar apa pun dana digelontorkan­, kunci pencegahan karhutla ada di penegakan hukum. Karena itu, Doni meminta Polri untuk menindak tegas para pelaku karhutla.

“Sekitar 99% karhutla terjadi karena ulah manusia. Berapa pun banyaknya biaya dikeluarkan negara untuk menangani karhutla tetapi tidak ada kesadaran dari manusia dan penegakan hukum, semua menjadi sia-sia belaka,” tegas Doni.

Luas lahan yang terbakar di Riau saat ini mencapai 3.432,89 hektare (ha), dengan rincian Rokan Hulu 2 ha, Rokan Hilir 705.25 ha, Dumai 272.75 ha, Bengkalis 1.435.83 ha, Meranti 232.7 ha, Siak 372.85 ha, Pekanbaru 46.51 ha, Kampar 64.9 ha, Pelalawan 103 ha, Indragiri Hulu seluas 72 ha, Indragiri Hilir seluas 120.1 ha, dan Kuantan Singingi seluas 5 ha.

Adapun jumlah tersangka kasus karhutla Riau berjumlah 16 orang. Sebanyak enam tersangka saat ini ditahan di Rutan Polri dan 10 tersangka sudah di­limpahkan ke kejaksaan.

Data sumur bor
Prakirawan BMKG Palangka Raya Chandra Mukti mengungkapkan­, Kalteng rentan karhutla karena sebagian besar  wilayah berupa gambut.

Sebagai upaya pencegahan, Pemprov Kalteng akan mendata kelayakan ribuan sumur bor yang tersebar di 14 kabupaten. Mereka telah meminta data titik koordinat sumur bor dari KLHK dan Badan Restorasi Gambut (BRG) untuk pendataan itu.

Di Provinsi Bangka Belitung, satelit memantau ada tujuh titik api di Bangka dan Bangka Barat. BPBD setempat masih melakukan pema­damam terhadap lahan yang terbakar. (Ant/RF/SS/H-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More