Jumat 12 Juli 2019, 21:05 WIB

Jual Senjata ke Taiwan, Tiongkok Jatuhkan Sanksi Perusahaan AS

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Jual Senjata ke Taiwan, Tiongkok Jatuhkan Sanksi Perusahaan AS

AFP
Seorang pria memeriksa pistol ketika mengunjungi Pameran senjata api

 

TIONGKOK segera menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS), yang terlibat dalam rencana penjualan senjata ke Taiwan dengan nilai US$2,2 miliar. Langkah Washington memicu kemarahan Beijing.

"Penjualan senjata dari AS ke Taiwan sangat melanggar norma-norma dasar hukum internasional, dan menganggu hubungan internasional," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Geng Shuang, dalam pernyataan resmi.

"Untuk melindungi kepentingan nasional, Tiongkok akan menjatuhkan sanksi pada perusahaan AS yang berpartisipasi dalam penjualan senjata ke Taiwan," imbuhnya.

Rencana penjualan senjata ke Taiwan, menjadi transfer pertama peralatan militer AS berskala besar dalam beberapa dekade. Hal itu mengemuka di tengah ketegangan hubungan AS dan Tiongkok akibat perang dagang.

Hingga kini, Tiongkok menganggap Taiwan bagian dari teritorialnya. Negeri Tirai Bambu bersumpah akan merebut kembali wilayah tersebut, bahkan dengan paksaan jika diperlukan. Mereka juga menentang negara mana pun yang memberi dukungan diplomatik kepada Taiwan.


Baca juga: Tiongkok Isyaratkan Perubahan Kebijakan Xinjiang


Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyebut pemerintah telah melayangkan pengaduan resmi melalui saluran diplomatik. Pemerintah Tiongkok menyatakan 'ketidakpuasan dan oposisi tegas' terhadap rencana penjualan senjata, yang mencakup armada tank tempur dan rudal anti-pesawat.

Pada Selasa lalu, Tiongkok mendesak AS segera membatalkan rencana penjualan senjata senilai US$ 2,2 miliar. Akan tetapi, Washington mengabaikan protes Tiongkok, seraya berdalih suplai peralatan militer berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas Asia.

Kedua ekonomi raksasa dunia terlibat dalam perang dagang. Hubungan AS-Tiongkok terus memanas secara signifikan. Berbeda dengan tiga pemimpin AS terdahulu, yang cenderung ramah dengan Beijing, kepemimpinan Trump malah mempererat hubungan dengan Taiwan.

Meski Washington mengalihkan pengakuan diplomatik dari Taiwan ke Beijing pada 1979, mereka tetap menjadi sekutu tidak resmi dan pemasok senjata terbesar di Taiwan. Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, mengingatkan AS untuk tidak bermain api dengan persoalan Taiwan. (AFP/OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More