Maskapai Diminta Patuhi Penurunan Harga Tiket

Penulis: Atalya Puspa Pada: Sabtu, 13 Jul 2019, 02:20 WIB Ekonomi
 Maskapai Diminta Patuhi Penurunan Harga Tiket

ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi
Calon penumpang pesawat berada di area terminal keberangkatan Bandara Internasional Kualanamu, di Deli Serdang

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau maskapai mematuhi skema penurunan tiket sesuai dengan ketetapan pemerintah, yakni menurunkan 50% pada Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 10.00-14.00.

“Selama masa pemberlakuan ini, kalau saya rasa sudah kesepakatan. Itu sudah suatu hal yang harus dilaksanakan,” kata Sekretaris Jenderal Kemenhub Djoko Sasono saat ditemui di Jakarta, Jumat (12/7).

Djoko menambahkan imbauan pemberlakuan tersebut juga tidak hanya untuk maskapai, tetapi juga untuk operator penerbangan, baik bandara maupun navigasi penerbangan serta penyedia avtur untuk memberikan insentif sebab keputusan tersebut merupakan kesepakatan bersama dengan pemerintah.

“Masing-masing punya peran­ itu, misalnya perannya supply avtur, Airnav untuk jasa navigasi udara, Angkasa Pura I dan II, maupun bandara kita (Kemenhub),” katanya.

Namun, ia mengaku membuka masukan bagi semua ope­rator terkait pemberlakuan tersebut sebagai bahan­ pertimbangan pengambil­an langkah ke depannya.

“Kami akan melakukan evaluasi, kami lihat, tentu mereka juga punya alasan yang kami hormati. Harapannya sama-sama punya niatan langgeng industrinya, masyarakat pun ingin terus ada penerbangan,” katanya.

Per 11 Juli 2019, penerbangan berbiaya murah (LCC), yakni Citilink Indonesia dan Lion Air, mulai menurunkan harga tiket sebesar 50% dari tarif batas atas (TBA) sesuai dengan instruksi pemerintah di hari Selasa, Kamis, dan Sabtu pada pukul 10.00 hingga 14.00 waktu setempat.

Belum optimal
Namun, penerapan penurunan harga itu ternyata belum berjalan optimal. Hal itu diakui Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Jumat (12/7).

Dia menuturkan pada pemberlakuan penurunan harga tiket Kamis (11/7) baru maskapai Citilink yang mene­rapkannya. Itu pun tidak untuk semua penerbangan. Sementara itu, Lion Air masih belum bisa menerapkan aturan tersebut.

Susiwijono mengatakan untuk Citilink dari 62 penerbangan yang dihadirkan Citilink pada Kamis (11/7) misalnya, hanya 34 di antaranya menggunakan fasilitas penurunan harga.

“Data yang ada kemarin untuk 62 flight, flight yang diskon 34 flight, yang menggunakan diskon total seat-nya 411 seat. Ada satu penerbangan, Solo-Cengkareng pukul 15.50 kemarin, 54 seat dengan harga diskon ini penuh semua,” kata Susiwijono.

Sementara itu, maskapai Lion Air masih terkendala dalam sistem reservasi tiket sehingga meminta kelonggaran waktu kepada pemerintah.

Menurut Susiwijono, Lion Air masih terus mengupayakan agar secepatnya memasarkan tiket murah pada Kamis (18/7) pekan depan.

“Jadi, hari ini setelah satu hari penerapan kebijakan, baru diterapkan 11 juli, kami evaluasi penerapan kebijakan baru. Lion Air ada kondisi kendala perbaikan sistem. Yang sudah berjalan baru Citilink,” kata Susiwijono.

Karena itu, kata dia, pemerintah akan terus mengevaluasi proses implementasi penurunan harga tiket pesawat low cost carrier (LCC) dan strategi kebijakan tersebut serta penga­ruhnya terhadap sejumlah aspek termasuk pengaruh kebijakan tersebut terhadap industri penerbangan untuk bangkit kembali. (Ant/E-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More