Elite Gerindra Anggap Rekonsiliasi tidak Butuh Pemulangan Rizieq

Penulis: Antara Pada: Jumat, 12 Jul 2019, 20:40 WIB Politik dan Hukum
Elite Gerindra Anggap Rekonsiliasi tidak Butuh Pemulangan Rizieq

MI/M Irfan
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono

WAKIL Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan tidak perlu memulangkan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab untuk rekonsiliasi.

"Tidak perlu dalam agenda rekonsiliasi untuk memulangkan Rizieq ke Indonesia," ujar Arief di Jakarta, Jumat (12/7).

Meski begitu, Arief mengatakan bila dilihat dari segi kemanusiaan, Rizieq harus dipulangkan bila tidak terbukti melakukan tindak pidana. Namun, sambung dia, bila bersalah, hukum tetap harus ditegakkan.

Baca juga: KPK Temukan 13 Tas dan Kardus Berisi Uang di Rumah Gub. Kepri

Dalam langkah melakukan rekonsiliasi, Arief mengatakan belum ada agenda untuk masuk ke pemerintahan dan berbagi jatah kursi di kabinet.

Ia juga mengaku cenderung lebih menyukai menyebut rekonsiliasi sebagai silaturahim. Karena, menurutnya, silaturahim memiliki makna yang lebih halus, agamis, dan yang terpenting tidak memiliki agenda apapun.   

Ia juga menyatakan dirinya selama ini selalu mendorong agar terjadi silaturahim antara Jokowi dan Prabowo. "Meskipun sebenarnya mereka (Jokowi dan Prabowo) baik-baik saja," ujarnya.

Silaturahim, menurut Arief, sangat penting dilakukan mengingat kondisi masyarakat yang panas selama Pemilu 2019. Dia pun setuju bila ke depan ada pertemuan antardua kubu dapat menghadirkan beberapa komitmen yang tujuannya mengutamakan masyarakat.

"Bukan untuk kepentingan kelompok, partai, atau relawan. Ini perlu dicatat," ujar Arief.

Arief mengatakan bila nanti terjadi silaturahim, pihaknya akan menyampaikan kepada Presiden Joko Widodo bahwa jajaran kabinet harus profesional, jujur, dan bersih.

"Artinya demokrasi itu jangan menghasilkan maling-maling atau rampok-rampok duit negara, tapi menghasilkan pimpinan-pimpinan yang bersih dan bisa membangun negeri ini," ujarnya. (X-15)
Antara

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More