Jumat 12 Juli 2019, 19:55 WIB

Tiongkok Isyaratkan Perubahan Kebijakan Xinjiang

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Tiongkok Isyaratkan Perubahan Kebijakan Xinjiang

Greg Baker / AFP
Dua wanita mendekorasi kuburan di kuburan Uighur di pinggiran Hotan di wilayah barat laut Xinjiang, Cina.

 

SEJUMLAH tanda mengisyaratkan Tiongkok tengah bersiap mengadakan pertemuan puncak terkait kebijakan wilayah Xinjiang yang sensitif. Sekitar satu juta penduduk Uighur dan minoritas Muslim lainnya dilaporkan berada dalam kamp pengasingan.

Pada 27 Juni lalu, kantor berita pemerintah Tiongkok, memublikasikan ulasan kasus tersebut dalam lima tahun terakhir. Itu menjadi gambaran persoalan yang akan dibahas dalam Konferensi Kerja Xinjiang, untuk menetapkan arah kebijakan wilayah konflik tersebut.

Xinjiang diumpamakan sebagai medan pertempuran utama dalam perang anti-terorisme di Tiongkok. Xinhua memuji kebijakan pemerintah saat ini sebagai keberhasilan sementara, yang menjadi istilah umum kalangan pejabat Xinjiang akhir-akhir ini.

Ulasan tersebut juga menggarisbawahi perang melawan terorisme dan ekstremisme berjalan efektif. Tanpa serangan teror di wilayah Xinjiang dalam 30 bulan terakhir.

Kepada South China Morning Post (SCMP), dosen senior dari Central Party School, mengatakan istilah 'kesuksesan sementara' berarti kepemimpinan puncak meyakini pelaksanaan kebijakan sesuai dengan tujuan.

Dengan begitu, harus ada peninjauan kembali masalah dan penyempurnaan kebijakan jika diperlukan. Identitas dosen tersebut enggan dipublikasikan, mengingat persoalan ini tergolong sensitif.

Salah satu sumber dari lingkungan pemerintah mengungkapkan peluang Konferensi Kerja Xinjiang putaran ketiga musim ini cukup tinggi. Konferensi putaran sebelumnya berlangsung lima tahun lalu, dan akses media asing akan dibatasi, sebuah pola yang lumrah terjadi. Konferensi pada Mei 2014 berlangsung di Beijing, yang dipimpin oleh Presiden Tiongkok, Xi Jinping.

Persiapan propaganda untuk konferensi berikutnya dimulai awal April. Ketika surat kabar dan stasiun televisi di Xinjiang mulai melaporkan serangkaian artikel untuk memperingati ulang tahun kelima Konferensi Kerja Xinjiang putaran kedua. Sejumlah laporan menggambarkan pertemuan puncak sebagai upaya keras dan kesuksesan sementara dalam lima tahun terakhir.


Baca juga: Berbiaya Murah, India Siap Jalankan Misi ke Bulan


Sebuah artikel panjang yang diterbitkan Xinjiang Daily, mengenang kunjungan Xi ke wilayah tersebut pada April 2014. Surat kabar itu juga merinci peran pemimpin Tiongkok dalam menstabilkan wilayah Xinjiang Production and Construction Corps (XPCC), organisasi paramiliter khusus yang bertugas memastikan stabilitas sosial dan etnis.

Hal lain yang juga dibahas ialah aliran bantuan dari sejumlah provinsi di Tiongkok untuk pengembangan wilayah Xinjiang. Serta, berbagai langkah deradikalisasi dan upaya anti-terorisme yang mengubah wajah Xinjiang selatan.

Di samping operasi propaganda media, para pejabat senior melakukan kunjungan ke Xinjiang sebagai upaya pengumpulan informasi dan respons balik di lapangan, untuk membantu para pemimpin dalam pengambilan keputusan.

Pemimpin Partai Komunis, Wang Yang, yang juga mengetuai Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok (CPPCC), mengakhiri kunjungan selama enam hari pada Maret lalu. Dia memandang Xinjiang telah mencapai kesuksesan sementara yang besar.

Wang menjadi koordinator kebijakan Xinjiang dari sisi partai, sejak CPPCC mengambil alih pada 2012 dari Kelompok Kecil Koordinasi Kerja Xinjiang di Komite Sentral. Kelompok tersebut bertugas mengerjakan rincian dan implementasi kebijakan yang disepakati konferensi kerja.

Dalam isyarat lebih lanjut terkait pentingnya Xinjiang dalam kepemimpinan Tiongkok, sekretariat kelompok kecil dipimpin Shi Jun, seorang bintang politik dan mantan Wakil Menteri Keamanan Publik. Saat ini, dirinya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama United Front Work Department (UFWD). (SCMP/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More