Tersangka Penyerang Sopir Bus di Tol Cipali Idap Gangguan Jiwa

Penulis: Antara Pada: Jumat, 12 Jul 2019, 18:45 WIB Nusantara
Tersangka Penyerang Sopir Bus di Tol Cipali Idap Gangguan Jiwa

ANTARA FOTO/Dedhez
Petugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan identifikasi bus Safari Lux Salatiga yang mengalami kecelakaan di tol

HASIL pemeriksaan medis terhadap Amshor, 29, tersangka pelaku penyerangan terhadap sopir bus Safari Lux nomor polisi H 1469 CB di Tol Cipali menunjukkan bahwa Amshor mengidap gangguan jiwa berat.

"Hasil kesimpulan dari pemeriksaan ahli bahwa terperiksa mengalami gejala gangguan jiwa akut atau psikotik akut dengan diagnosa banding schizophrenia paranoid," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (12/7).   

Dengan demikian, disimpulkan bahwa tersangka Amshor tidak dapat dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya yang menyebabkan kecelakaan kendaraan beruntun.

"Terperiksa dinilai tidak dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ahli berpendapat dia tidak memahami risiko perbuatannya," katanya.


Baca juga: Majelis Hakim Vonis 5 Anggota KPU Palembang


Penyidik selanjutnya akan berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum terlebih dulu terkait kelanjutan kasus.  Amshor sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan beruntun di Tol Cikopo-Palimanan Kilometer 151 Kabupaten Majalengka, Jawa
Barat.

Kecelakaan ini menyebabkan 12 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

Hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis bahwa kondisi bus sebetulnya masih laik jalan. KNKT menyebut kecelakaan terjadi setelah seorang penumpang hendak merebut ponsel pengemudi.

Insiden penyerangan itu membuat pengemudi kehilangan kendali kemudi sehingga bus melewati separator jalan dan menyeberang ke jalur berlawanan arah. Kemudian bus menabrak satu truk dan dua mobil penumpang di jalur berlawanan arah itu. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More