Jumat 12 Juli 2019, 17:29 WIB

Indonesia Upayakan Peningkatan Ekspor ke Kawasan Pasifik

Andhika Prasetyo | Ekonomi
Indonesia Upayakan Peningkatan Ekspor ke Kawasan Pasifik

ANTARA FOTO/Jojon
Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Arlinda (kanan) melakukan sidak di salah satu distributor Sembako di Kendari

 

KEMENTERIAN Perdagangan terus berupaya meningkatkan kinerja ekspor ke pasar-pasar yang selama ini belum tergarap maksimal, salah satunya kasawan Pasifik.

Misi dagang pun dilakukan ke Selandia Baru dengan membawa serta 30 pelaku usaha yang bergerak di sektor makanan dan minuman, fesyen, tekstil, jasa tenaga kerja terampil, furnitur, produk kecantikan, agrikultur, niaga elektronik, telekomunikasi, infrastruktur, percetakan, pariwisata, semen, industri strategis, batu bara, pariwisata dan perhotelan, ban mobil, otomotif, energi, pertambangan, pupuk serta jasa keuangan.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda mengatakan kegiatan itu menjadi peluang bagi pengusaha Tanah Air untuk membangun jejaring bisnis di luar negeri.

"Mereka dapat bertemu dengan banyak pembeli potensial dan memperoleh peluang kerja sama," ujar Arlinda melalui keterangan resmi, Jumat (12/7).

Baca juga: DPR Dukung Penguatan Diplomasi Indonesia Kawasan Pasifik

Kegiatan misi dagang ke Selandia Baru juga dirangkai dengan pameran The 1st Pasific Exposition pada 12-14 Juli 2019. Ajang itu merupakan pameran pariwisata, perdagangan, investasi dan budaya yang diikuti 50 perusahaan dari 20 negara di wilayah Pasifik.

"The 1st Pasific Exposition merupakan inisiasi Kedutaan Besar RI Wellington, Selandia Baru. Melalui kegiatan ini, diharapkan peran Indonesia sebagai bagian dari wilayah Pasifik dapat semakin besar. Kita tidak bisa pungkiri sepertiga wilayah Indonesia yang terletak di Samudra Pasifik. Itu menjadikan kawasan ini sebagai keluarga bagi Indonesia,” terang Arlinda.

Dengan berbagai kegiatan tersebut, ia optimistis arus lalu lintas orang, barang dan jasa serta konektivitas dari Indonesia Timur ke kawasan Pasifik dapat semakin masif sehingga mendongkrak kinerja ekspor.

Berdasarkan data Kemendag, total perdagangan antara Indonesia dengan negara-negara kawasan Pasifik pada 2018 tercatat sebesar US$10,67 miliar. Angka itu tumbuh 3,05% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$10,37 miliar.

Produk ekspor utama ke kawasan Pasifik adalah komponen elektronik, kelapa sawit, ban dan tembakau. Adapun, Indonesia banyak mendatangkan barang berupa batu bara bitumen, produk peternakan, gandum, konsentrat bijih besi dan gula mentah.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More