Jumat 12 Juli 2019, 16:30 WIB

Kemarau Picu Kasus Hepatitis A di Pacitan Meluas

Indriyani Astuti | Nusantara
Kemarau Picu Kasus Hepatitis A di Pacitan Meluas

ANTARA/Destyan Sujarwoko
Pasien penderita Hepatitis A menjalani rawat inap di tempat-tempat tidur darurat (velt bed) di Puskesmas Ngadirojo, Pacitan, Jawa Timur.

 

KEJADIAN Hepatitis A di dua kabupaten yaitu Pacitan dan Trenggalek, Jawa Timur diduga erat ada hubungannya dengan tercemarnya air sungai Kaligoro di Desa Sukorejo, Sudimoro, Pacitan, Jawa Timur yang merupakan sumber air bagi masyarakat.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengatakan ada kaitan antara musim kemarau dan konsentrasi bakteri atau virus di sungai tersebut.

"Air bersihnya tercemar. Musim yang saat ini terjadi membuat debit air menurun," terang Anung ketika ditemui di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (11/7).

Dinas kesehatan setempat, terang Anung, menduga kejadian luar biasa Hepatitis A di Pacitan dan Trenggalek saat ini, berkelindan dengan tercemarnya sumber air masyarakat.

Oleh karena itu, sebagai langkah antisipasi agar wabah tidak semakin meluas, dinas kesehatan meminta masyarakat menggunakan sumber air yang tidak tercemar.

Baca juga: Kasus Hepatitis A di Pacitan, Menkes Imbau Warga Terapkan PHBS

Pemerintah kabupaten, kata Anung, mendistribusikan air bersih pada masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, dinas kesehatan juga mendorong agar masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan sebelum makan.

Ia menuturkan ada kebiasaan dari masyarakat di sana yakni berbagi makanan antarpenduduk. Penularan hepatitis A, kata Anung, juga bisa bersumber dari makanan yang tercemar.

"Saya minta pengelolaan makanan mentah diperhatikan. Mulai dari sayuran dicuci yang benar dengan air bersih dan bebas cemaran," terang Anung.

Kasus di dua wilayah puskesmas Trenggalek, ujar Anung, berdekatan dengan 4 wilayah kerja puskemas di Trenggalek apabila dilihat dari epidemiologi, ada hubungannya karena keduanya sama-sama dialiri oleh sungai Kaligoro.

"Meski tidak menyatakan sana penyebab atau sini akibat. Kalau bicara aliran sungai memang dari Trenggalek ke arah Pacitan tapi saya tidak mengatakan bahwa sumbernya ada di Trenggalek," ucapnya.

Untuk jumlah kasus, Anung mengatakan sampai 8 Juli pukul 8.00 pagi, terdata ada 1102 laporan kasus Hepatitis A di Pacitan dengan jumlah pasien rawat inap sebanyak 43 orang.

Sedangkan di Trenggalek, Hepatitis A terjadi di 6 wilayah kerja puskesmas dengan jumlah kasus sebanyak 134. Namun, hingga kini, Kementerian Kesehatan masih mendata penduduk yang masuk rumah sakit.

"Tidak ada kematian hanya data yang dirawat tidak akurat akan dikonfirmasi melalui dinas kesehatan provinsi Jawa Timur," katanya.

Sejauh ini, kepala daerah belum mencabut status kejadian luar biasa Hepatitis A di dua wilayah tersebut.

Anung menyatakan guna mengantisipasi kasus bertambah, pos kesehatan disigakan sehingga jika ada masyarakat yang punya gejala Hepatitis A dapat segera mendapatkan penanganan. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More