Jumat 12 Juli 2019, 15:15 WIB

Patah Tulang Kering, Kiper Persib Harus Absen Enam Bulan

Roni Kurniawan | Sepak Bola
Patah Tulang Kering, Kiper Persib Harus Absen Enam Bulan

ANTARA/Yusran Uccang
Penjaga gawang Persib M Natshir (kiri)

 

PERSIB Bandung terancam tidak akan diperkuat kiper Muhammad Natshir selama enam bulan ke depan.

Deden, sapaan karib Natshir, mengalami cedera patah tulang kering fibula saat melawan Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Rabu (10/7).

"Deden secara teori enam bulan (proses penyembuhan) mudah-mudahan lebih cepat atau bisa saja lebih lambat. Tapi, saya berharap bisa lebih cepat," kata dokter tim Persib, Rafi Ghani, di Bandung, Kamis (11/7).

Rafi menuturkan, saat ini, Deden dalam masa pemulihan setelah menjalani operasi di salah satu rumah sakit di Jakarta, Rabu (10/7). Bahkan kemungkinan Deden akan dipasang plat pada bagian tulang kering guna mempercepat proses penyembuhan.

"Karena, prinsipnya menunggu pertumbuhan tulang itu memang perlu waktu. Ada proses untuk mempercepat penyembuhannya, dengan memasang satu plat di tulang yang patah, semacam pen supaya tulang yang patahnya kembali nyambung," sambung Rafi.

Baca juga: Bentrok Berebut Takhta di Pakansari

Rafi mengatakan, kiper yang pernah memperkuat Arema itu sangat terpukul dengan cedera yang dialami tersebut. Bahkan cedera itu merupakan terparah selama Deden meniti karier sebagai pesepak bola.

"Kemarin itu memang suatu musibah yang semua orang tidak mau mengalami itu, Deden pun merasa terpukul dengan kejadian itu," sambungnya.

Rafi pun menuturkan bahwa Deden menikmati laga panas tersebut. Bahkan, Deden berhasil melakukan beberapa kali penyelamatan dari serangan Persija.

"Dia bilang ke saya, kalau dia lagi enak mainnya, karena sebelumnya juga Deden banyak melakukan penyelamatan bola, tapi ternyata malah cedera," pungkas Rafi. (Medcom/OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More