Kejurda Balap Motor di Kupang Diikuti 200 Pembalap

Penulis: Palce Amalo Pada: Jumat, 12 Jul 2019, 14:30 WIB Nusantara
Kejurda Balap Motor di Kupang Diikuti 200 Pembalap

MI/PALCE AMALO
Konferensi pers Kejurda Ultras Victory Grasstrack dan Motorcross di Kupang, NTT.

SEBANYAK 200 pembalap dari berbagai daerah di Indonesia dan Timor Leste ambil bagian dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Ultras Victory Grasstrack dan Motorcross yang memperebutkan piala bergilir Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) Cup I, Jumat (12/7)

Kejurda yang digelar di Sirkuit Boneana itu akan berlangsung hingga Minggu (14/7).

Boneana terletak di lokasi wisata Boneana, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang sekitar 30 menit perjalanan dari Kota  Kupang.

Para pembalap memperebutkan total hadiah sebesar Rp210 juta, trofi, piala  bergilir gubernur NTT, dan satu unit sepeda motor untuk juara umum.

"Kejurda ini akan digelar setiap tahun seperti cabang olahraga lainnya,"  kata Ketua Panitia Jongki Asadoma kepada wartawan.

Baca juga: Perhatikan Konservasi Taman Nasional Komodo

Pemilihan Boneana sebagai lokasi balap motor, menurut Asadoma, untuk mempromosikan lokasi tersebut sehingga semakin dikenal luas masyarakat.

Apalagi, banyak pembalap kejuaraan ini berasal dari beberapa provinsi di Jawa, Bali, dan Timor Leste, serta kabupaten lainnya di NTT.

Menurut Asodama, Kejurda Grasstrack dan Motorcross tersebut juga bertujuan mendorong pemerintah kabupaten dan kota di NTT memberikan perhatian serius kepada para pembalap di daerah masing-masing. Karena hanya dengan berkompetisi, pembangunan satu daerah bisa berkembang dengan baik.

"Komunitas motorcros ini banyak di seluruh dunia dan anggotanya banyak dan bisa memberikan dampak yang besar bagi pembangunan di daerah," ujarnya.

Sekretaris Ikatan Motor Indonesia (IMI) Cabang Kupang Matheos Atasoge mengatakan kejurda balap motor yang digelar tersebut merupakan terbesar yang pernah digelar di Kupang. Pasalnya, balapan kali ini diikuti banyak pembalap dan  menyedikan hadiah yang lumayan besar.

"Kami akan bekerja secara  profesional," kata Atasoge yang didampingi anggota Panitia Vecky Tasesab  dan Melianus Lasi.

"Ini namanya kejurda tatapi rasanya seperti  kejurnas," tambah Vecky.

Sebanyak 14 kelas dipertandingkan dalam kejuaraan ini termasuk kelas khusus untuk anak-anak usia 5-11 tahun menggunakan sepeda motor mini.

Selanjutnya untuk pemula terdiri dari bebek standar 4 tak 110 cc dan bebek standar 4 tak 125 cc. Kemudian kelompok junior bebek 4 tak 110 cc dan bebek 4 tak 125 cc, sedangkan senior terdiri dari bebek modifikasi 4 tak 110 cc dan bebek modifikasi 4 tak 125 cc. Kemudian campuran sport 2 tak 155 cc dan trail 4 tak  200 cc senior (open), dan bebek campuran 2 tak 116 cc dan 4 tak 125 cc standar (open)

Selanjutnya trail 4 tak 200 cc (open), FFA (Grasstrack) 2 tak 155 cc dan 4 tak 200 cc (non special engine/(open), special engine 65 cc 2 tak (open), special engine 85 cc 2 tak atau 4 tak 150 cc (open), special engine 150 cc 2 tak atau 4 tak 250 cc (open), serta eksekutif kelas atau veteran sampai usia 35 tahun trail 4 tak  200 cc (open, non special engine). (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More