Jumat 12 Juli 2019, 14:00 WIB

Optimalisasi e-TLE, Polisi Diharap Percepat Penyiapan Database

Rifaldi Putra Irianto | Megapolitan
Optimalisasi e-TLE, Polisi Diharap Percepat Penyiapan Database

ANTARA/Rivan Awal Lingga
Pengendara melintas di dekat rambu tilang elektronik di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta.

 

PENGAMAT Transportasi dari Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Yoga Adiwinarto mengatakan, pada era globalisasi saat ini, sistem Electronic Traffic Law Enforcement (e-TLE) atau tilang elektronik sudah menjadi keharusan untuk diterapkan.

Ia menyebutkan kepolisian hendaknya mempercepat penyiapan database e-TLE tersebut agar kemudian e-TLE dapat dijalankan dengan optimal.

"Percepat databasenya, agar tilang elektronik benar-benar optimal dijalankan," kata Yoga saat ditemui di Wisma Nusantara, Kamis (11/7).

Menurutnya, database ini sangat diperlukan untuk efektivitas pembayaran denda tilang, misalnya jika mobil yang tertangkap kamera melanggar rambu lalu ditilang tapi belum membayar denda tilang.

"Dengan database ini, polisi bisa melacak keberadaan kendaraan tersebut, " jelasnya.

Ia juga berharap jumlah kamera pemantau e-TLE dapat diperbanyak salah satunya di jalur Trans-Jakarta. Sehingga polisi tidak perlu lagi berjaga-jaga di ujung jalan, cukup dengan CCTV kendaraan yang melanggar bisa dikenai tilang elektronik langsung.

Baca juga: Kamera Tilang Elektronik Ditargetkan Terpasang di Seluruh Jakarta

Dikatakanya, penerapan sistem e-TLE jauh lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan pengerahan petugas kepolisian di lapangan.

Meski biaya e-tilang di awal besar, tapi dalam waktu lima sampai sepuluh tahun tidak akan jadi persoalan. Berbeda jika mengandalkan SDM kepolisian untuk bertugas di lapangan.

"Kalau mengandalkan SDM perlu ada biaya rekruitmen, pelatihannya, gajinya, belum lagi pensiunnya," ucapnya.

Saat ini, kepolisian telah memasang 10 kamera pemantau di jalan protokol Ibu kota. Kamera pemantau tersebut dipasang guna merekam pelanggaran yang dilakukan pengguna kendaraan.

Memasuki hari keenam pemasangan sistem e-TLE, ratusan pengendara terpantau melanggar aturan. Tercatat, sebanyak 207 pengendara roda empat yang melakukan pelanggaran.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Muhammad Nasir mengatakan terdapat 207 pelanggar lalu lintas dari berbagai kategori yang terekam kamera Automatic Number Plate Recognition (ANPR) di beberapa titik ruas jalan, Minggu (7/7).

"Salah satu kategori pelanggaran yakni melanggar lampu lalu lintas dan garis pemberhentian yakni 51 pengendara yang melanggar," kata Nasir, Senin (8/7). (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More