Jumat 12 Juli 2019, 08:55 WIB

Milenial, Teruslah Berinvestasi di Bond

Atalya Puspa | Ekonomi
Milenial, Teruslah Berinvestasi di Bond

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Karyawan beraktivitas di dekat layar pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (8/7/2019).

 

MINAT generasi milenial untuk berinvestasi di instrumen surat berharga pemerintah terus meningkat.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Afirman menyebutkan pada saat awal diluncurkan Saving Bond Ritel beberapa tahun lalu investasi generasi milenial baru sekitar 15%.

"Kalau kita lihat sejak dipasarkan secara online, itu ternyata ada perubahan struktur approval investor kita," kata Luky saat ditemui seusai peluncuran Saving Bond Ritel (SBR) seri SBR007 di Jakarta, kemarin.

Saat masih dipasarkan secara offline, pembeli surat berharga pemerintah didominasi orang dengan usia 50 tahun ke atas (baby boomers). Namun, pada penerbitan SBR terakhir, hampir separuh dari investor surat berharga ritel merupakan generasi milenial.

"Generasi milenial mungkin hanya 13% hingga 15%. Pada penerbitan terakhir itu justru SBR itu didominasi oleh pembelinya generasi milenial yang mencapai 50% hingga 52%. Artinya, itu memang tujuan kita untuk membuat investor base, khususnya untuk generasi milenial," jelas Luky seperti dikutip dari Medcom.id.

Pada SBR007 ini, pemerintah menawarkan kupon 7,5% dengan minimal pemesanan Rp1 juta dan maksimal Rp3 miliar. Surat berharga yang dikhususkan bagi warga negara Indonesia (WNI) ini diharapkan meningkatkan kepemilikan surat berharga negara oleh investor domestik.

"SBN kita memang ditujukan untuk investor domestik. Karenanya, enggak boleh investor asing masuk. Memang target kita untuk investor individu dan itu memang akan membuat rencana investasi ritel sangat menarik. Tadi kita sampaikan di pembukaan return-nya menarik, mudah diakses, aman, dan sebagainya," pungkasnya.

Adapun pembukaan masa penawaran SBR007 dilakukan mulai kemarin hingga 25 Juli 2019. Penetapan hasil penjualan pada 29 Juli 2019 dan setelmen pada 31 Juli 2019.

Kementerian Keuangan mematok target dana sebesar Rp2 triliun dari penerbitan SBR007. Adapun Kemenkeu berencana menerbitkan sebanyak 10 surat utang sepanjang 2019 dengan target meraup dana sebesar Rp60 triliun sampai Rp80 triliun.

"Yang sekarang sudah terkumpul sampai Juni 2019 kisaran Rp33 triliun sampai SBR006," tandasnya.

Bidik ASN

Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong aparatur sipil negara (ASN) melakukan investasi di SBR007 sekaligus ikut mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

"Ini merupakan surat utang yang dikeluarkan oleh pemerintah dengan kupon atau tingkat bunga imbal hasil 7,5%" kata Kepala BEI Surakarta M Wira Adibrata di Solo, kemarin.

Kupon tersebut lebih tinggi ketimbang suku bunga simpanan yang berkisar 5% hingga 6%.

Ia juga mengarahkan para ASN agar melakukan pengelolaan keuangan yang bijak dan bisa mengenali mana investasi legal dan ilegal. "Karena tidak sedikit ASN menjadi sasaran penipuan berkedok investasi. Pada prinsipnya untuk menghindari investasi bodong, masyarakat harus memahami prinsip berinvestasi," katanya. (Ant/E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More