Karyawan Garuda Percayai Kepemimpinan Ari Askhara

Penulis: E-1 Pada: Jumat, 12 Jul 2019, 08:45 WIB Ekonomi
Karyawan Garuda Percayai Kepemimpinan Ari Askhara

Medcom.id/Annisa Ayu
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Ari Askhara.

KARYAWAN Garuda masih menaruh kepercayaan terhadap figur Direktur Utama PT Garuda Indonesia (persero) Tbk Ari Askharauntuk memimpin maskapai penerbangan kebanggan Indonesia.

Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda Indonesia, Tomy Tampatty, mengatakan saat ini seluruh karyawan hanya ingin fokus memperbaiki kinerja Garuda Indonesia bersama manajemen.

"Seluruh karyawan solid dan fokus dukung kinerja Garuda yang terus membaik. Figur Pak Ari Askhara membawa perubahan gaya bisnis dan semuanya makin terbuka," kata Tomy di Jakarta, Rabu (10/7).

Menurut Tomy, Ary berhasil menjaga kekompakan pegawai dan manajemen Garuda untuk bersama-sama melakukan perbaikan. Selain komunikasi yang terjalin baik, Ari juga berhasil memberi contoh dalam peningkatan layanan dengan turun langsung melayani penumpang.

"Sekarang ini komunikasi antara serikat dan manajemen itu tidak ada batas, membuat hubungan menjadi sangat harmonis. Untuk hal-hal berkaitan langkah perusahaan, direksi selalu sosialisasi kepada karyawan," ujarnya.

Di lokasi terpisah, Menteri BUMN Rini Soemarno juga menyatakan kepercayaannya kepada Ari Askhara untuk terus memimpin Garuda.

Menurut Rini, posisi Ari Askhara sebagai Dirut Garuda tidak akan diganti hanya karena ada kubu komisaris yang menolak laporan keuangan Garuda Indonesia.

Dia menegaskan Garuda Indonesia tidak memiliki niat memalsukan laporan keuangan karena sudah diperiksa kantor akuntan publik yang besertifikasi.

"Tidak ada urusan pemalsuan, atau pembohongan. Kami tidak mungkin sebagai pemegang saham memperbolehkan perusahaan BUMN itu diaudit oleh kantor akuntansi yang tidak besertifikasi. Ya, enggak perlulah dirut dicopot," ujar Menteri Rini. (E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More