Jumat 12 Juli 2019, 08:15 WIB

Perhatikan Konservasi Taman Nasional Komodo

John Lewar | Nusantara
Perhatikan Konservasi Taman Nasional Komodo

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Seekor komodo berada dalam pengawasan penjaga di Pulau Rinca, Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, Minggu (14/10).

 

PRESIDEN Joko Widodo mengingatkan pembangunan integrasi pariwisata antara Labuan Bajo, Pulau Rinca, dan Pulau Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus memperhatikan sisi konservasi.

"Saya tadi sudah menyampaikan ke Kepala Balai (Taman Nasional Komodo) untuk betul-betul dihitung daya dukungnya. Ini ialah kawasan konservasi sehingga nanti akan kita buat desain besar, rancangan besar. Mana yang untuk turis, mana yang untuk konservasi, mana yang dikuota, mana yang tidak," kata Presiden Jokowi seusai meninjau Pulau Rinca, kemarin.

Menurut Presiden, di Taman Nasional (TN) Komodo diperlukan pemisahan yang jelas antara zona konservasi dan zona pariwisata. Upaya yang dilakukan itu untuk menjaga konservasi alam melalui rencana penerapan sistem kuota kunjungan bagi wisatawan di kawasan TN Komodo.

Dengan cara itu, kata Kepala Negara, diharapkan dapat menjaga keberlangsungan dan keseimbangan lingkungan alam kawasan.

Pemerintah juga memberikan dukungan penuh atas pengembangan yang lebih terintegrasi di TN Komodo. Sejumlah pembenahan fasilitas dan infrastruktur pendukung pariwisata di NTT sedang direncanakan, antara lain dermaga kapal dan fasilitas air bersih.

Pengembangan kawasan TN Komodo akan dibuat lebih terintegrasi antara satu lokasi wisata dan lainnya di Provinsi NTT. "Rancangan besar ini sebentar lagi akan kita buatkan rapat terbatas sehingga grand design-nya itu betul-betul sambung antara Labuan Bajo, Rinca, Komodo, lautnya, semuanya terdesain dengan baik dan dikerjakan tidak parsial," ujar Presiden.

Kepada awak media di kawasan wisata Loh Buaya, Pulau Rinca, Presiden juga menyatakan akan menjadikan Pulau Komodo sebagai kawasan eksklusif untuk dikunjungi tamu-tamu atau wisatawan kelas premium dengan biaya mahal."Pulau Komodo ke depannya akan dijadikan zona eksklusif bagi turis atau wisatawan berkelas dengan biaya masuk yang sangat tinggi sehingga bisa mendongrak pedapatan negara," ucap Presiden.

Untuk itu, percepatan pembangunan insfrastruktur di kawasan TN Komodo, khususnya Pulau Komodo, akan dibangun seapik mungkin sehingga nyaman untuk dikunjungi wisatawan berkelas. "Percepatan pembangunan akan dilakukan sehingga bisa digunakan secepatnya," papar Jokowi.

Presiden menyebutkan, dari total populasi komodo yang tersebar, kawasan TN Komodo dibagi menjadi dua objek. Salah satunya khusus untuk konservasi eksklusif, yakni Pulau Komodo. "Tidak semua wisatawan bisa masuk. Kalau masuk, dengan biaya yang cukup tinggi," katanya.

Menurut Jokowi, langkah itu dilakukan untuk menjaga kelestarian komodo dari ancaman kepunahan. Bagi wisatawan yang tidak bisa masuk ke Pulau Komodo, masih ada Pulau Rinca yang bisa dikunjungi dengan harga terjangkau.

Pelabuhan wisatawan

Dari Pulau Rinca, Presiden langsung menuju Dermaga Philemon Labuan Bajo untuk meninjau rencana pengembangan pelabuhan itu. Rencananya Pelabuhan Labuan Bajo akan dijadikan sebagai pelabuhan khusus wisata atau hanya untuk disandari oleh kapal wisatawan yang berkunjung ke daerah itu.

Kepala Biro Humas Setda NTT Marius Ardu Jelamu menjelaskan pelabuhan khusus untuk kapal wisatawan Labuan Bajo yang berada di Kota Labuan Bajo kini sedang dalam tahap pembangunan yang ditangani PT ASDP Indonesia Ferry (pesero). Sementara itu, pelabuhan umum dan barang akan dipindahkan ke luar kota Labuan Bajo, yakni di wilayah Bari, Kecamatan Macang Pacar. Pembangunannya dilakukan oleh Kementerian Perhubungan. (Ant/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More