Energi Bisa Habis untuk Rapatkan Barisan

Penulis: Haufan Hasyim Salengke Pada: Jumat, 12 Jul 2019, 08:30 WIB Politik dan Hukum
Energi Bisa Habis untuk Rapatkan Barisan

MI/Susanto
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.

SISTEM demokrasi yang terbentuk saat ini harus tetap terjaga. Tidak boleh ketika pemerintahan yang sudah menang dalam pemilu mencoba menarik semua atau sebanyak-ba-nyaknya pihak ke dalam barisan.

Langkah yang melemahkan oposisi dan tidak menghadirkan check and balances di tengah-tengah kehidupan berdemokrasi, menurut

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, merupakan hal yang salah.

Ia mengingatkan, jangan sampai soliditas partai-partai pendukung pemerintah justru terganggu dengan langkah pihak di luar. Ia berharap jalinan komunikasi dengan pihak di luar pemerintah terbangun lebih cair, dekat, dan saling menghargai.

"Kan kita namanya ingin membangun kesadaran bersama-sama. Jangan sampai belum apa-apa kita sudah memecah belah di antara partai-partai oposisi, itu kesan dan pandangan-pandangan sementara pihak. Itu saya harapkan tidak terjadi," ucap Surya dalam acara Prime Time Talk di Metro TV, Rabu (10/7).

Ia melihat semangat Presiden Jokowi untuk menghapus polarisasi antara pendukung 01 dan 02 dengan tawaran mengajak para pihak yang selama ini berseberangan untuk ikut sama-sama dalam pemerintahan sangat baik.

"Sebenarnya niatnya baik sekali, tapi realitasnya tidak ada, ada konsekuensi yang dibahayakan di sana. Yang pendatang baru kikuk, yang lama juga kikuk. Jangan sampai energi yang terbatas dalam lima tahun ini terbuang untuk sesuatu yang hanya merapatkan barisan," kata Surya.

Apakah perlu terjadinya pertemuan antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo atau ada cara rekonsiliasi lain yang memiliki makna dan tujuan lebih baik? Surya mengatakan rekonsiliasi diperlukan, tetapi pemahamannya tentang itu perlu diletakkan pada tempat yang sebenarnya.

Kalau hanya perbedaan pendapat dan pandangan terkait dengan pilihan politik, menurutnya, rekonsiliasi tidak diperlukan. Terlebih bangsa ini berjalan di atas sistem demokrasi liberal yang menjunjung tinggi kebebasan berpendapat.

Sebagai salah satu partai pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin, Surya mengatakan Partai NasDem memberikan dukungan atas dasar ketulusan dan keihlasan. NasDem menghormati setiap hak prerogatif presiden dan tidak akan terganggu ketika kader partai dipakai atau tidak.

Kecewakan pendukung
Di kesempatan terpisah, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Ray Rangkuti berpendapat sebaliknya. Ia mengatakan, dalam lima tahun ke depan Partai Gerindra lebih baik merapat ke pemerintahan.

Ia mengakui bila itu dilakukan, akan mengecewakan pendukung Prabowo Subianto. Ray mengatakan Prabowo akan dianggap sebagai sosok yang tidak setia kawan karena menyeberang ke pemerintah. Akan tetapi, secara umum tetap menguntungkan Gerindra.

"Tahun pertama mungkin akan dianggap sebagai pihak yang tidak setia kawan. Ada keuntungan itu semua, klannya naik. Setelah itu, bicara politik ya, masih ada lima tahun buat Pak Prabowo untuk melakukan rekonsiliasi lagi," kata Ray. (Faj/P-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More