Almaz Berteknologi Perintah Suara Siap Ramaikan GIIAS 2019

Penulis: Vicky Gustiawan Pada: Jumat, 12 Jul 2019, 01:16 WIB Ekonomi
Almaz Berteknologi Perintah Suara Siap Ramaikan GIIAS 2019

MI/Vicky Gustiawan
Wuling Almaz berteknologi perintah suara (wind)

BERTEPATAN dengan momentum dua tahun mewarnai pasar otomotif di Indonesia, Wuling memperkenalkan varian terbaru Almaz.

Sport Utility Vehicle (SUV) bermesin 4 silinder 1.500cc turbocharged ini hadir dengan fitur Wuling Indonesian Command (Wind) yang merupakan teknologi voice command berbahasa Indonesia dan konfigurasi bangku 7 penumpang.

Pabrikan asal Tiongkok itu mengklaim fitur perintah suara yang hanya bisa dengan bahasa Indonesia ini sebagai yang pertama di pasar otomotif nasional.

"Kami berkomitmen jangka panjang di Indonesia, Wuling selalu memberikan produk yang terbaik dan berbeda dengan merek yang lain," ungkap Vice President Wuling Motors, Cindy Cai di Jakarta, Kamis (11/7).

Baca juga : Jajaran Wajah Baru di GIIAS 2019

Perintah suara interaktif Wind memungkinkan pengguna menyalakan, mematikan, atau megoperasikan berbagai fitur kendaraan, seperti pendingin udara, jendela, atap panoramic, akses fitur hiburan seperti musik atau radio, melakukan panggilan telpon, hingga menjalankan aplikasi misalnya Wuling link.

Pengaktifan fitur Wind dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu mengatakan 'Halo Wuling' di kabin, menekan tombol di head unit, dan menekan tombol pada kemudi. Perintah suara itu akan dideteksi microphone yang terletak di atas kaca depan dekat spion tengah yang juga menjadi lokasi tombol atap sunroof.

Perbedaan dari sisi eksterior Almaz lima penumpang dengan Almaz tujuh penumpang ada pada bagian belakang. Almaz tujuh penumpang mendapatkan sentuhan lampu belakang yang memanjang.

Sayangnya, bicara soal harga Wuling belum memberikan bocoran.

"Untuk harga nanti akan kami umumkan saat peluncuran Wuling Almaz 7-seater di GIIAS 2019," kata Brand Manager Wuling Motors, Dian Asmahanidi. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More