Akademisi dan Usahawan Sambut Insentif Pajak Riset

Penulis: Syarief oebaidillah oebay@mediaindonesia.com Pada: Jumat, 12 Jul 2019, 07:40 WIB Humaniora
 Akademisi dan Usahawan Sambut Insentif Pajak Riset

(Shutterstock)
ilustrasi Pajak

 TERBITNYA insentif pengurangan pajak bagi pelaku usaha yang berinvestasi di bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan penelitian disambut positif oleh kalangan pendidikan. Langkah itu menunjukkan komitmen pemerintah dalam riset meningkat sekaligus ikut memperbaiki ekosistem riset negara.

Insentif di Peraturan Pemerintah (PP) No 45 Tahun 2019 tentang Perubahan atas PP No 94/2010 yang ditandangani Presiden Joko Widodo memberikan diskon paling tinggi hingga 300%, yang diharapkan dapat segera disosialisasikan pada kalangan dunia usaha dan industri.

"Langkah konkret mesti segera disosialisasikan tentang PP insentif pajak tersebut dengan mengumpulkan para pengusaha dan badan usaha sehingga mereka mengetahui dan segera menindaklanjuti," kata Dirjen Pengembangan Riset Kemenristek dan Dikti, M Dimyati, di Jakarta, kemarin.

Melalui insentif ini diharapkan pihak swasta akan semakin besar mengeluarkan anggaran riset. Itu artinya akan semakin banyak invensi dan inovasi yang lahir di negeri ini. Ujungnya daya saing bangsa ini meningkat. "Namun, harus mempertimbangkan fokus riset dan inovasi yang hendak dilakukan. Jawabannya, dengan fokus riset yang ada dan yang ditetapkan di prioritas riset nasional," cetusnya.

Menurut Dimyati, prioritas riset nasional yang dapat dikerjasamakan dengan kalangan perusahaan pada garis besarnya mencakup bidang pangan pertanian, obat, kesehatan, energi, transportasi, rekayasa keteknikan, kemaritiman, sosial humaniora, seni budaya dan pendidikan, lintas keilmuan meliputi bidang kebencanaan, biodiversity, stunting, sumber daya air, dan iklim.

Senada, Direktur Pembinaan SMK Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, M Bakrun, menyatakan menyambut baik adanya insentif pajak yang besar ini. Harapannya akan banyak kalangan dunia usaha dan industri yang siap membantu pengembangan sekolah menengah kejuruan (SMK). "Intinya PP ini amat positif mendukung pengembangan dan kemajuan pendidikan kita dalam berkolaborasi yang lebih baik bersama kalangan industri dan dunia usaha," tegasnya.

Pelaku usaha siap

Sementara itu, para pelaku usaha mengaku antusias untuk segera melaksanakan program riset dan pengembangan serta pelatihan SDM. Di samping untuk mendapat potongan pajak penghasilan sebagaimana ditawarkan pemerintah, mereka juga ingin menerapkan hal itu demi meningkatkan kinerja bisnis.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Mandey mengungkapkan selama ini pelaku usaha ritel telah melaksanakan kegiatan riset, tapi secara individu dan berskala kecil. Ia berharap pemerintah dapat memfasilitasi kajian dengan cakupan yang lebih besar karena ritel sangat berkaitan dengan konsumsi masyarakat dan penopang utama pertumbuhan ekonomi.

Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Jongkie Sugiarto juga meyakini insentif pajak dari pemerintah akan menstimulus pelaku industri otomotif mau meningkatkan aliran investasi untuk R&D dan pelatihan SDM dalam skala yang lebih besar. (Pra/H-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More