Kemenpora: Christo Harusnya Bersyukur

Penulis: Despian Nurhidayat Pada: Kamis, 11 Jul 2019, 21:30 WIB Olahraga
Kemenpora: Christo Harusnya Bersyukur

Antara Foto/Nova Wahyudi
Penampakan dari udara lapangan tenis di Kompleks Olahraga Jakabaring, Sumatera Selatan.

PETENIS Indonesia Christopher Rungkat mengeluhkan minimnya tempat latihan tenis di Indonesia, khususnya Jakarta. Sempat ada di kawasan Senayan, Jakarta, tapi dijadikan lapangan baseball. Dia berharap itu menjadi perhatian pemerintah jika ingin olahraga tenis berkembang.

Menanggapi hal tersebut, Gatot S Dewa Broto selaku Sekretariat Kementerian Pemuda dan Olahraga mengatakan bahwa Christo seharusnya bersyukur.

"Christo ini harusnya bersyukur. Lapangan tenis di Senayan itu sudah disulap menjadi lapangan internasional. Karena Asian Games kan sudah jadi bagus," ungkapnya saat dihubungi Media Indonesia belum lama ini.

Meskipun begitu, Gatot pun mengakui bahwa lapangan tenis memang telah berkurang. Namun, pengurangan tersebut dikatakan karena beberapa langan tersebut tidak digunakan atau terbengkalai.

"Kalo lapangannya berkurang, kami akui. Namun, itu semua memang sesuai dengan kegunaannya. Selama ini kami dapat laporan dari GBK karena dari banyaknya lapangan yang ada, itu hanya beberapa yang digunakan," lanjutnya.

Baca juga: Petenis Remaja Coco Gauff Gagal ke Perempat Final

Gatot melanjutkan bahwa Christo harus meninjau ucapannya lagi. Karena menurutnya saat ini lapangan tenis sudah disulap menjadi lebih baik. Selain itu, jika permasalahan kurangnya lapangan tenis, Gatot mengatakan bahwa lapangan tenis masih banyak yang tersebar di beberapa tempat lainnya.

"Kalau dianggap tidak bagus, kayaknya ia perlu meninjau lagi ucapannya. Kami tahu persis, pemerintah membangun itu (lapangan baseball) bukan dari biaya yang murah. Saya juga tidak tahu kenapa Christo berkata seperti itu," tambah Gatot.

"Di Asian Games itu kan lapangan sudah kami upgrade lagi agar lebih bagus. Tapi kalo berkurang kami akui itu, masih banyak lapangan-lapangan lain seperti di Jakabaring juga ada, kemudian di tempat lain juga ada. Pemerintah sudah mengeluarkan uang segitu banyak malah enggak bersyukur," tutupnya. (R-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More