Pendaftar Calon Anggota Komnas Perempuan Masih Minim

Penulis: Dhika kusuma winata Pada: Kamis, 11 Jul 2019, 17:11 WIB Humaniora
Pendaftar Calon Anggota Komnas Perempuan Masih Minim

MI/Mohamad Irfan
Anggota Komnas Perempuan melakukan diskusi.

Panitia Seleksi Calon Anggota Komnas Perempuan masih terus mencari calon-calon komisioner Komnas Perempuan periode 2020-2024. Sebanyak 15 kursi anggota terbuka dilamar putra-putri terbaik bangsa untuk memperjuangkan dan melindungi hak-hak perempuan.

Meski pendaftaran telah resmi dibuka sejak 28 Mei lalu, pendaftar seleksi masih minim. Hingga kini, baru tercatat lima orang yang mendaftarkan diri.

"Memang jumlah pendaftar saat ini belum sebanyak yang diharapkan. Tapi banyak juga yang sedang mempersiapkan syarat-syarat dokumen seleksi. Kami menduga pada hari-hari jelang penutupan baru semakin banyak pendaftar," kata Ketua Pansel Usman Hamid saat berkunjung ke kantor Media Group, Jakarta, Kamis (11/7).

Bersama Usman, turut hadir Sekretaris Pansel Mamik Sri Supatmi, dan anggota Pansel Miryam SV Nainggolan. Pendaftaran seleksi sesuai jadwal yang ditetapkan akan ditutup pada 31 Juli mendatang.

Menurut Usman, Pansel juga menerapkan strategi jemput bola menjaring calon potensial melalui sosialisasi ke sejumlah daerah antara lain Yogyakarta, Palu, dan Kupang. Sosialisasi yang juga dilakukan di wilayah timur Indonesia itu guna menjaring calon dengan pertimbangan keterwakilan daerah.

Pada seleksi anggota tahun ini, menurut Usman, terdapat perubahan sejumlah persyaratan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumny. Jika tahun sebelumnya syarat usia minimal untuk mendaftar yakni 35 tahun-65 tahun, tahun ini sudah tidak lagi dibatasi.

Untuk syarat pendidikan minimal yang sebelumnya tingkat sekolah menengah atas (SMA), tahun ini juga telah dihapuskan. Namun, pendaftar tetap harus mempunyai rekam jejak atau pengalaman minimal sepuluh tahun dalam organisasi atau aktif membela hak-hak perempuan, kesetaraan gender, dan HAM.

"Karena sebenarnya tidak ada batasan usia untuk memperjuangkan hak-hak perempuan. Syarat-syaratnya sederhana sebenarnya. Karena itu kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengirimkan wakil-wakilnya dalam proses seleksi komisioner Komnas Perempuan," tutur Usman.

Sementara itu, anggota Pansel Miryam Nainggolan mengatakan pihaknya saat ini benar-benar ditantang untuk mendapatkan calon komisoner terbaik. Pasalnya, tantangan perlindungan hak perempuan ke depan akan semakin berat. Terlebih, Komnas Perempuan saat ini juga harus mengawal RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) yang kini masih berproses di DPR.

"Tantangan pansel ialah untuk mendapatkan calon yang tepat. Komnas juga dihadpi situasi RUU PKS yang masih terkatung-katung dan periode DPR saat ini akan segera habis," ucapnya. (OL-09)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More