Kamis 11 Juli 2019, 15:09 WIB

Memasuki Kemarau, Sebanyak 125 Ha Lahan di Kalteng Terbakar

Surya Sriyanti | Nusantara
Memasuki Kemarau, Sebanyak 125 Ha Lahan di Kalteng Terbakar

MI/Surya Sriyanti
Petugas memadamkan kebakaran lahan milik masyarakat di Kota Palangkaraya.

 

Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Provinsi Kalteng, pada kurun waktu 1-10 Juli 2019 ditemukan sebanyak 125 hektare (ha) lahan terbakar dan tersebar di beberapa kabupaten.

Plt Kepala BPBD-PK Kalteng Mofit Saptono seusai Pembukaan Acara Pembekalan Kesiapsiagaan Menghadapi Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan, Kamis (11/7) di Palangkaraya menjelaskan, dari 125 ha hutan lahan yang terbakar, terluas di Kabupaten Kotawaringin Timur(81,78 ha). Kemudian di Kota Palangkaraya (47,95 ha), Kabupaten Kotawaringin Barat (34 ha), dan Kabupaten Barito Utara (15,69 ha).

"Sedangkan dalam kurun waktu bulan Januari hingga bulan Juli 2019 jumlah areal yang terbakar sebanyak 226,38 ha," kata dia.

Namun demikian, ditegaskan Mofit, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui apakah areal yang terbakar itu masuk kawasan hutan produksi atau lainnya. "Yang kita tahu, saat ada kebakaran hutan dan lahan, kita langsung lakukan pemadaman," jelasnya.

Ditambahkan mantan Wakil Wali Kota Palangkaraya itu, selama ini kebakaran yang dipadamkan pihaknya, berada di wilayah pemukiman yang berupa tanah-tanah kosong milik masyarakat.

Sejumlah langkah antisipasi saat ini sudah dilakukan BPBD-PK Kalteng sebelum masuk musim kemarau. Yakni seperti melakukan sosialisasi tatap muka ke masyarakat yang rawan kebakaran.

Sementara selama 24 jam terakhir, dari data BPBD-PK Kalteng terdapat 7 titik panas (hotspot). Titik-titik ini tersebar di Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak 5 titik, Kotawaringin Barat dan Sukamara masing-masing 1 titik.

Kemudian untuk jumlah hotspot pada periode Januari sampai Juli 2019, terdapat sebanyak 287 titik. Sedangkan untuk bulan Juli saja sampai dengan 10 Juli 2019, ada 68 hotspot.

Sementara itu menurut Staf Ahli BNPB Mayjen TNI (Pur) Komaruddin seusai membuka acara pembekalan di Hotel Aquarius Palangkaraya, pembekalan diberikan oleh narasumber sesuai dengan kondisi alam di Kalteng.

"Karena kondisi Kalteng itu lahannya gambut, maka kita kasih pembekalan dari ahli gambut," ujarnya.

Hal ini, menurut Komaruddin, dilakukan untuk pencegahan karena bila terbakar maka lahan gambut ini akan sukar dipadamkan.

"Dan ternyata itu sudah komitmen seluruh kabupaten/kota di Kalteng untuk melakukan pencegahan atau antisipasi kebakaran hutan dan lahan," kata Komaruddin. (SS/OL-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More