Kamis 11 Juli 2019, 09:55 WIB

Ratna Sarumpaet Berharap Bebas

M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
Ratna Sarumpaet Berharap Bebas

Antara
Ratna Sarumpaet berharap bebas dari hukuman dalam kasus berita bohong.

 

TERDAKWA kasus berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet berharap akan dibebaskan dari dakwan hukuman dalam sidang pembacaan putusan majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/7). Ratna Sarumpaet dengan mengenakan baju warna putih, ditemani putrinya Atiqah Hasiholan datang ke PN Jakarta Selatan sekitar pukul 09.00 WIB. Ketika memasuki PN Jakarta Selatan, Ratna mengatakan kepada awak media berharap bebas. Sebab Ratna merasa tidak berbuat onar seperti disangkakan oleh JPU.

"Saya berharap bebas, aku kan sudah bilang enggak ada fakta yang menunjukkan aku bersalah secara hukum. Harapannya ya bebas dong, enggak ada faktanya," kata Ratna Sarumpaet di PN Jakarta Selatan, Kamis (11/7).

Aktivis wanita tersebut juga berharap adanya tegaknya hukum, karena dirinya merasa tidak ada fakta yang menunjukkan bahwa dirinya bersalah secara hukum.

"Saya berharap keadilan muncul di vonis ini, karena kalau dalam fakta-fakta persidangan yang saya lalui saya rasa kalian juga mengikuti. Tidak ada fakta yang menunjukkan bahwa saya bersalah secara hukum," tegasnya lagi.

"Jadi kalau itu betul-betul diikuti oleh hakim majelis hakim, berarti kita punya kemajuan punya harapan membuat Indonesia sebagai negara hukum yang benar," imbuhnya.

Dirinya menyebut akan memikirkan langkah selanjutnya bila putusan hakim tidak sesuai dengan harapan dirinya.

baca juga: Luhut: Rekonsialisasi Tak Ada Urusan Dengan Rizieq

"Bila tidak sesuai harapan, nanti saja kita pikirin lagi," pungkasnya.

Putri kedua Ratna Sarumpaet Atiqah Hasiholan juga berharap sang ibunda dapat mendapatkan keadilan dengan memvonis ibunya untuk bebas.

"Tentu harapannya ya bebas," kata Atiqah Hasiholan. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More