Kamis 11 Juli 2019, 09:00 WIB

Menu Zonasi Diberlakukan Untuk Jemaah Haji di Mekah

Sitria Hamid laporan dari Arab Saudi | Haji
Menu Zonasi Diberlakukan Untuk Jemaah Haji di Mekah

MI/Siswantini Suryandari
PPIH Arab Saudi memberlakukan menu zonasi untuk jemaah haji Indonesia selama di Mekah.

PANITIA Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyediakan menu zonasi untuk jemaah haji Indonesia pada saat berada di Mekah. Menu zonasi ini menggunakan bahan baku lokal Indonesia. Kepala Bidang Katering Mekah Madinah, Ahmad Abdullah menyampaikan hal itu saat melakukan kunjungan ke perusahaan katering Oriental Savoury dan Nooha, dua dari 15 perusahaan katering yang melayani jemaah di Madinah, Rabu (10/7).

"Untuk menu zonasi hanya ada di Mekah. Alhamdulilah untuk menu terbaik tahun lalu tetap kita pertahankan, sisanya kita ganti dengan menu zonasi yaitu siklus menu satu minggu ada tiga kali makan. Khususnya untuk makan malam kita gunakan menu muatan lokal yaitu menu zonasi," jelas Ahmad Abdullah.

Menurut dia, meskipun baru berbentuk uji coba tapi akan diterapkan tahun ini kebutuhan menu zonasi tersebut. Dan diharapkan persediaan bahan baku selalu tersedia serta memenuhi harapan jemaah. Karena itulah, lanjutnya, pemerintah mewajibkan perusahaan-perusahaan katering di Arab Saudi untuk memiliki chef atau juru masak dari Indonesia. Dan bila ada perusahaan besar tidak memiliki koki dari Indonesia, tidak akan dipilih untuk melayani jemaah haji Indonesia.

Ahmad Abdullah menyebutkan bahwa untuk melayani jemaah haji 2019 ini, pemerintah menunjuk 15 perusahaan di Madinah, 36 perusahaan di Mekah, dan 13 perusahaan di Arafah. Sisanya dikelola oleh muassasah Asia Tenggara.

"Dan seluruh perusahaan sudah menyatakan siap untuk melayani jemaah haji Indonesia dengan sebaik-baiknya. Besar harapannya asupan gizi dan kalorinya untuk memenuhi kebutuhan selama beribadah," jelas Ahmad Abdullah.

Dia menambahkan, bahwa motto pelayanan katering di Arab Saudi adalah tepat distribusi, tepat jumlah, tepat menu, tepat rasa. Siklus menu untuk jemaah haji Indonesia per minggunya ada 14 kali makan, menggunakan rumus 2,3,4, dan 5. Yakni 2 kali telur, tiga kali daging, 4 kali ayam, dan 5 kali ikan.

Dengan tersedianya menu lengkap ini, jemaah haji Indonesia tidak perlu lagi membawa paket perlengkapan konsumsi. Apalagi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji juga menyediakan paket lengkap berisi gula, kopi, teh, sendok gelas, gula, dan lainnya.

"Jadi kebutuhan selama Jemaah di Arab Saudi, di Mekah, Arafah Mina sudah disiapkan,"jelasnya.

Ahmad Abdullah juga memastikan bahwa untuk pengawasan, pihaknya tidak hanya melakukan pengawasan saat distribusi saja. Tapi juga melakukan pengawasan dimulai dari saat produksi, pemilihan bahan baku, lauk pauk dan semua yang terkait dengan proses produksi dan distribusi. Pihaknya bekerjasama dengan kementerian kesehatan Arab Saudi dan pengawas perusahaan katering yang ditunjuk.

"Kami juga memberikan arahan atau petunjuk di boks tutup makanan. Kita cantumkan untuk memberitahu jemaah, bahkan kita minta ada iklan layanan publiknya agar makanan yang diterima oleh jemaah segera dikonsumsi, agar kualitas terjamin," jelasnya.

baca juga: Mulai Tahun Ajaran Baru Bobot Pelajaran PPKn Ditambah

Seluruh aspek kesehatan, lanjutnya, pihaknya selalu berkonsultasi dengan kementerian kesehatan. Karena PPIH Arab Saudi juga memiliki petugas sanitasi dan surveilance.

"Jadi selain kita melakukan pegawasan saat produksi dan distribusi, dari kementerian kesehatan juga mengawasi dapur yang sama, itu untuk pengawasan bersama."

Para petugas akan mengecek keseluruhan dari hulu hingga hilir proses pengolahan makanana hingga ke tangan jemaah. Para petugas wajib melihat, meraba, merasa dan mencoba. Setelah seluruhnya dianggap aman barulah didistribusikan ke jemaah. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More