Kamis 11 Juli 2019, 06:20 WIB

Puluhan Tewas akibat Bentrok Antarsuku

mediaindonesia | Internasional
 Puluhan Tewas akibat Bentrok Antarsuku

AFP
Peta lokasi provinsi Hela di Papua Nugini tempat sedikitnya 24 orang tewas dalam bentrokan suku dalam beberapa hari terakhir,

 

BENTROKAN antarsuku di kawasan pegunungan di sebelah barat Papua Nugini telah menewaskan sedikitnya 24 orang. Para pejabat setempat mengatakan kerusuhan itu berlangsung di Provinsi Hela dalam tiga terakhir.

Sejumlah suku dataran tinggi telah berseteru satu sama lain di Papua Nugini selama berabad-abad. Namun, masuknya pasokan senjata otomatis telah membuat bentrokan menjadi lebih mematikan dan meningkatkan siklus kekerasan.

"Sekitar 24 orang dipastikan tewas terbunuh dalam tiga hari ini, tetapi jumlahnya bisa bertambah," kata pejabat Provinsi Hela, William Bando, kemarin.

Bando telah menyerukan agar setidaknya 100 polisi dikerahkan untuk membantu sekitar 40 petugas setempat.

Insiden itu mengejutkan negara yang baru-baru ini menunjuk Perdana Menteri James Marape, yang berasal dari provinsi tersebut.

Marape sendiri berjanji akan meningkatkan pengamanan dan menumpas para pelaku kerusuhan. Dia menyebut kasus ini terkait perebutan deposit emas.

"Hari ini merupakan salah satu hari tersedih dalam hidup saya. Banyak anak dan ibu yang secara tidak bersalah dibunuh di Desa Munima dan Karida, di daerah pemilihan saya," ungkap Marape.

"Penjahat-penjahat bersenjata, waktumu sudah habis," kata Marape. "Belajarlah dari apa yang akan kulakukan untuk para penjahat yang membunuh orang yang tidak bersalah. Aku tidak takut untuk menggunakan tindakan hukum yang keras," tegasnya.

Dalam satu serangan di Karida, para perusuh dikatakan telah menyerang enam wanita dan delapan anak-anak hingga tewas dalam amukan selama 30 menit.

Petugas kesehatan setempat, Pills Kolo mengatakan sulit untuk mengenali beberapa bagian tubuh. Ia memposting gambar sejumlah jenazah yang dibundel berbarengan menggunakan kelambu sebagai kantong mayat sementara.

Masalah perbatasan

Tidak jelas apa yang memicu kerusuhan tersebut, tetapi selama ini banyak perkelahian antarsuku terjadi akibat dipicu persaingan lama yang bersumber kasus pemerkosaan, pencurian, atau perselisihan tentang batas-batas suku.

Di Provinsi Enga di dekat Hela, gelombang kekerasan yang serupa telah mendorong pembentukan garnisun militer darurat dan pengerahan sekitar 100 tentara pemerintah di bawah komando seorang mayor yang dilatih di Inggris.

Marape belum memberikan rincian soal peningkatan keamanan, tetapi tampak jengkel dengan sumber daya yang ada saat ini.

"Bagaimana mungkin ketertiban dan hukum dapat berjalan di sebuah provinsi yang dihuni 400 ribu orang, namun hanya memiliki personel kepolisian di bawah 60 orang? Operasi militer dan polisi selama ini juga tidak membuahkan hasil yang memuaskan," tegasnya. (AFP/*/X-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More