Rabu 10 Juli 2019, 22:10 WIB

Dorong Pariwisata, Kemenhub Kembangkan Bandara Komodo Labuan Bajo

Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora
Dorong Pariwisata, Kemenhub Kembangkan Bandara Komodo Labuan Bajo

Antara/Indrianto Eko Suwarso
Suasana di apron bandara International Komodo. Nusa Tenggara Barat

 

PRESIDEN Joko Widodo meminta kepada Kementerian Perhubungan untuk segera memulai pengembangan Bandara Komodo Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Upaya ini dilakukan guna mendorong sektor pariwisata di Labuan Bajo.

Presiden menargetkan pengembangan landasan pacu (runway) dan terminal dapat diselesaikan pada 2020 mendatang.

"Dua tahun lalu kita ingin ada 10 destinasi Bali baru dan ini ada empat yang ingin kita prioritaskan, salah satunya Labuan Bajo. Yang ingin kita percepat pertama bandara, terminal akan kita besarkan, runway diperpanjang, maksimal tahun depan sudah rampung semua," tutur Jokowi dalam pernyataan resmi, Rabu (10/7).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang mendampingi Presiden dalam kunjungan ke Labuan Bajo mengatakan, Kemenhub kini memang tengah fokus menyiapkan infrastruktur transportasi guna mendukung sektor pariwisata.

Baca juga : Tingkatkan Industri Pariwisata, Apkasi Akan Gelar Public Expose

Salah satunya adalah membuat Bandara Komodo di Labuan Bajo menjadi bandara internasional.

"Secara khusus Labuan Bajo punya keunggulan karena keindahan alam yang luar biasa. Aktifitas masyarakat, budaya, serta pariwisata sudah berkembang dengan baik. Oleh karenanya kita harus menyiapkan infrastruktur yang lebih baik di Labuan Bajo," ujar Budi Karya.

Menhub menargetkan pada pertengahan 2020, perpanjangan runway Bandara Komodo selesai dikerjakan sehingga dapat didarati pesawat besar seperti Airbus 320 dan meningkatkan kapasitas penumpang.

"InsyaAllah pertengahan tahun depan runwaynya sudah 2.450 meter. Artinya, pesawat Airbus 320 bisa landing secara penuh. Selain itu, ada peningkatan dari kapasitas penumpang yang kita harapkan lebih dari 3,5 juta," terangnya.

Lebih lanjut Menhub menjelaskan, pengembangan Bandara Komodo akan dilakukan dengan skema pembiayaan kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Pelaksanaan KPBU direncanakan akan memiliki masa kerjasama selama 25 tahun.

Presiden berharap, pengelola Bandara Komodo nantinya merupakan pengelola yang memiliki jaringan pariwisata internasional sehingga dapat lebih banyak menarik turis asing untuk berkunjung dan meningkatkan devisa.

"Kita akan buat Bandara Komodo Labuan Bajo ini menjadi bandara internasional dengan suatu pengelolaan yang unik dan mempunyai konektivitas internasional sehingga secara langsung turis-turis akan datang kesini," tambahnya.

Sebagai informasi, Bandara Komodo akan dikembangkan dengan cakupan perpanjangan runway yang semula memiliki panjang 2.250 meter menjadi 2.450 meter, perluasan apron seluas 20.200 meter persegi, perluasan terminal domestik seluas 6.500 meter persegi, pembangunan terminal internasional seluas 5.538 meter persegi, pembangunan terminal kargo seluas 2.860 meter persegi, serta pembangunan beberapa fasilitas pendukung lainnya.

Kedepan, rute penerbangan dari Bandara Komodo akan diperbanyak menuju beberapa daerah di sekitarnya. Beberapa rute domestik yang akan dihadirkan antara lain penerbangan ke Makassar, Atambua, Waingapu, Sabu, dan Rote. Sedangkan Malaysia dan Singapura menjadi rute internasional baru yang rencananya akan dibuka.

Baca juga : Kemenhub Bangun Tiga Terminal di Perbatasan RI-Timor Leste

Pengembangan Bandara Komodo ini memiliki tujuan untuk mendorong pertumbuhan lalu lintas udara yaitu hingga 4 juta penumpang dan 3.500 ton muatan kargo pada 2044 mendatang.

Hal tersebut selaras dengan Nawacita ke-7 yaitu Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Dengan Menggerakan Sektor Strategis Ekonomi Domestik.

Setelah melakukan tinjauan ke Bandara Komodo dan Puncak Waringin, Presiden Jokowi serta rombongan berkesempatan untuk meninjau pengembangan Kawasan Terpadu Marina, Pelabuhan Labuan Bajo.

Dalam kawasan pelabuhan yang dikembangkan oleh PT ASDP ini rencananya akan dibangun hotel, area komersial, multifunction serta pembenahan dermaga.

Selain Menhub, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, serta Sekretaris Militer Presiden Marsdya TNI Trisno Hendradi turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara dalam kunjungannya kali ini. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More