Ritual Tiba Meka Menyambut Presiden Jokowi di Labuan Bajo

Penulis: Jurnalis Media Indonesia Thomas Harming Suwarta Pada: Rabu, 10 Jul 2019, 22:05 WIB Opini
Ritual Tiba Meka Menyambut Presiden Jokowi di Labuan Bajo

Dok Pribadi
Jurnalis Media Indonesia Thomas Harming Suwarta

PRESIDEN Joko Widodo mengunjungi Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Setiba di Bandara Komodo di Labuan Bajo pada Rabu (10/7) pukul 14.00 Wita, Presiden Jokowi yang datang bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo diterima secara adat berupa ritual tiba meka. Presiden Jokowi dikenakan topi dan kain adat Manggarai hingga disapa secara adat dengan memberikan tuak dan ayam jantan putih.

Seperti apa dan apa makna ritual tiba meka atau yang berarti menerima tamu bagi orang Manggarai?

Sabina Ndiung dalam artikelnya berjudul Ritus Tiba Meka Orang Manggarai dalam Kajian Etnopedagogi menjelaskan bagi orang Manggarai, setiap tamu penting seperti tokoh pemerintah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang datang ke suatu kampung, biasanya mengikuti prosedur atau tata cara penerimaan tamu yang berlaku umum melalui enam tahap yaitu:
1. Reis tiba di'a (penyambutan dengan baik).
2. Raes agu raos cama laing (berbagi suka cita dan kebersamaan).
3. Pande cepa (lebersamaan jasmani dan rohani).
4. Inung waekolang (minum bersama sebagai tanda keakraban).
5. Tegi reweng (meminta peneguhan/motivasi).
6. Wali di'a (mohon keselamatan untuk tamu).

Saat Jokowi tiba, disambut dengan ritus tiba meka, reis tiba di'a dan raes agu raos cama laing. Merujuk pada kebiasaannya, menurut Sabina, dalam reis tiba di'a, ada tiga hal yang diperhatikan. Pertama, sapaan pembukaan. Bagian ini disebut sebagai pengantar untuk membuka acara penerimaan tamu yang disampaikan oleh salah satu perwakilan dari anggota yang mendiami sebuah kampung. Biasanya dipilih dari salah satu anggota kampung yang bisa menjadi penutur adat atau pemuka masyarakat yang berfungsi sebagai laro jaong (juru bicara) dan letang temba (mewakili) warga kampung.

Kedua, ungkapan kegembiraan. Bagian ini menunjukkan kegembiraan warga kampung karena mereka melihat tamu telah datang. Ungkapan kegembiraan (naka) itu diwakili oleh penutur adat dengan kata kapu (memangku). Selanjutnya penutur adat mengungkapkan kekaguman kepada sang tamu yang bersedia datang ke sebuah kampung dengan penuh perjuangan. Hal ini menunjukkan cinta dan perhatian sang tamu terhadap semua warga yang mendiami sebuah kampung.

Ketiga, sebagai penutup, tamu diberi ayam jantan berwarna putih dan tuak (minuman yang terbuat dari nira) sebagai puncak kegembiraan dari warga kampung yang diwakili oleh penutur adat sebagai tanda kehormatan. Di sini tuak menjadi lambang penyerahan seluruh harapan kepada tamu yang datang untuk bergembira bersama semua warga kampung dan ayam putih jantan sebagai simbol ketulusan hati seluruh elemen masyarakat Manggarai menyambut tamu yang datang.

Menurut Sabina, jika dirangkum, makna yang terkandung dalam ritual tiba meka sebenarnya memberi kekuatan dan motivasi bagi setiap orang untuk menjadi manusia yang baik, benar dan beriman. Ritus tiba meka dengan demikian turut berperan dalam mencerdaskan kehidupan orang Manggarai. Hal itu misalnya tampak dalam adanya penghayatan kearifan lokal gotong royong dalam keluarga (ase ka'e) dan kampung halaman (beo) dalam proses penerimaan tamu.

Baca juga: Wacana Wisata Halal Labuan Bajo Ditolak

Di Labuan Bajo, Presiden Jokowi menyempatkan diri meninjau rencana perluasan bandara yang diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo. Menurut rencana, Presiden akan berada di NTT selama dua hari untuk meninjau sejumlah proyek infrastruktur pendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Labuan Bajo. Mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan ini antara lain Mensesneg Pratikno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More