Rabu 10 Juli 2019, 20:40 WIB

Gubernur Se-Sumatra Dukung Lampung Jadi Ibu Kota Negara

Eva Pardiana | Nusantara
Gubernur Se-Sumatra Dukung Lampung Jadi Ibu Kota Negara

ANTARA
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi

 

GUBERNUR se-Sumatra menyatakan dukungan terhadap Lampung untuk menjadi Ibu Kota Negara. Dukungan tersebut tertuang dalam Piagam Memorandum of Rafflesia yang ditandatangani 10 gubernur se-Sumatra.

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi, di kantornya, Rabu (10/7), mengatakan, dalam Rapat Koordinasi Gubernur se-Sumatra yang digelar di Hotel Grage, Bengkulu, Selasa (9/7) kemarin, dirinya memaparkan keunggulan Lampung jika dibandingkan dengan kandidat ibu kota lainnya sekaligus meminta dukungan untuk menjadikannya sebagai Ibu Kota Negara.

"Alhamdulillah apa yang saya paparkan didukung penuh oleh forum gubernur dan dituangkan dalam Piagam Rafflesia, poin ke-8 disebutkan mengusulkan Lampung sebagai alternatif untuk dikaji menjadi Ibu Kota Negara dalam rangka mengakselarasi pembangunan Sumatra dan nasional," katanya.

Menurut Arinal, Sumatra harus mengambil peran dalam mendukung pembangunan nasional. Lampung sebagai Ibu Kota Negara akan menjadi kekuatan baru bagi Sumatra dan memberikan multiplier effect bagi provinsi lain di Sumatra.

"Saat ini telah terbangun dan akan terus dilanjutkanpembangunan Jalan Tol TransSumatra dari Lampung di ujung selatan sampai Aceh di ujung utara. Kota-kota di Sumatra juga telah terkoneksi dengan layanan penerbangan. Sehingga Sumatra sudah lebih siap untuk menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional," kata Arinal.

Selain itu, lanjut Arinal, kontribusi Sumatra terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional cukup signifikan yaitu di atas 21%. Karena itu, provinsi di wilayah Sumatra harus memperkuat sinergi untuk berkontribusi lebih besar lagi dengan potensi yang dimiliki masing-masing.

Arinal mengungkapkan sedikitnya enam fakta pendukung yang membuat Lampung cocok sebagai Ibu Kota Negara ketimbang kandidat lain seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Selatan.

Pertama, dari sisi geografis Lampung sangat strategis dan ideal bagi sebuah ibu kota, terlebih-lebih dengan dukungan pengembangan Kawasan Strategis Selat Sunda yang telah ditetapkan dalam RTRWN.


Baca juga: Basarnas Evakuasi Bocah 3 Tahun Masuk Lubang Paku Bumi


Dari sisi demografis, penduduk Provinsi Lampung saat ini sekitar 9,5 juta jiwa yang merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar ke-3 di luar Jawa. Penduduk yang cukup besar ini menjadi potensi tenaga kerja sebagai pendukung, baik pada masa pengembangan maupun pada saat beroperasinya ibu kota.

"Ketiga, Lampung memiliki lahan yang cukup. Lagi pula, biaya konstruksi di Lampung pasti lebih murah, karena Lampung kaya akan potensi alam," ujar Arinal.

Keempat, dalam tinjauan ideologi, masyarakat Lampung secara sosiokultural telah mewakili keragaman etnis Nusantara, dan masyarakat Lampung telah terbukti sangat terbuka dengan perubahan-perubahan dan pembaharuan.

Kelima, dari sisi pertahanan dan keamanan, pusat-pusat pertahanan tidak terlampau jauh dari Provinsi Lampung untuk menopang manakala terjadi hal-hal yang diperlukan, seperti pusat pertahanan Armabar di Jakarta dapat direlokasi ke Lampung.

"Di Lampung ada Batalyon Infanteri 7/Marinir yang bermarkas di Piabung, Kabupaten Pesawaran. Bahkan Kementerian Pertahanan sedang menyusun perencanaan untuk pemindahan industri strategis pertahanan yaitu PT Pindad, PT PAL, PT Dirgantara Indonesia ke Lampung," ujarnya.

Keenam, Lampung dapat dijadikan pusat pendidikan. Terdapat universitas besar, yaitu Universitas Lampung, Institut Teknologi Sumatra, Universitas Islam Negeri Raden Inten, dan universitas swasta lainnya.

"Saat ini sekitar 35% mahasiswa PTN di Lampung berasal dari luar provinsi, antara lain Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan provinsi di Sumatra. Hal ini menunjukkan Lampung sudah menjadi center of excellence (pusat pendidikan)," pungkasnya. (OL-1)

Baca Juga

MI/SUMARYANTO

Kaldera Toba Jadi Geopark Dunia

👤Van/X-7 🕔Kamis 09 Juli 2020, 05:09 WIB
Kaldera Toba berhasil masuk daftar UNESCO setelah dinilai dan diputuskan oleh UNESCO Global Geoparks Council pada Konferensi Internasional...
Antara

Gelar Rapid test, Delapan Dosen Unhas Reaktif

👤Lina Herlina 🕔Rabu 08 Juli 2020, 23:37 WIB
Dosen-dosen yang reaktif tersebut segera ditangani oleh dokter, dan diminta untuk melakukan isolasi mandiri. Selanjutnya, mereka akan...
MI/Reza Sunarya

Taman Air Mancur Sribaduga Situ Buleud Purwakarta

👤Reza Sunarya 🕔Rabu 08 Juli 2020, 22:30 WIB
Gara-gara warga tidak mematuhi protokol kesehatan covid-19, Pemkab Purwakarta menutup kembali Taman Air Mancur Sribaduga Situ Buleud...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya