Rabu 10 Juli 2019, 20:05 WIB

Pesan Khusus Bocor, Duta Besar Inggris untuk AS Mengundurkan Diri

Tesa Oktiana Surbakti | Internasional
Pesan Khusus Bocor, Duta Besar Inggris untuk AS Mengundurkan Diri

AFP
Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat (AS), Kim Darroch

 

DUTA Besar Inggris untuk Amerika Serikat (AS), Kim Darroch, mengundurkan diri setelah bocornya nota peringatan rahasia yang mencap pemerintahan Presiden AS, Donald Trump, tidak kompeten. Trump lantas menyebut Darroch sebagai sosok yang bodoh dan aneh.

"Sejak bocornya dokumen resmi dari kedutaan, banyak spekulasi yang beredar terkait posisi saya dan lama masa jabatan sebagai duta besar," bunyi surat pengunduran diri Kim Darroch.

"Saya ingin mengakhiri beragam spekulasi. Situasi saat ini membuat saya sulit menjalankan tugas seperti yang diharapkan," imbuhnya.

Kepada parlemen, Perdana Menteri (PM) Inggris, Theresa May, mengatakan sebelum surat pengunduran diri diumumkan, dirinya telah berbicara dengan Darroch. Sang duta besar awalnya dijadwalkan pensiun dari jabatannya pada akhir tahun.

"Saya bilang kepadanya (Darroch), bahwa masalah ini adalah penyesalan besar. Dia harus melepaskan posisinya sebagai duta besar di Washington," tutur May.

Bocornya telegram rahasia menyebabkan badai politik di London. Terdapat bagian pesan yang menyebut pemerintahan Trump disfungsional secara unik, sedangkan bagian lainnya menggambarkan pemimpin AS tidak kompeten dan cenderung gelisah.


Baca juga: PM Baru Yunani Janjikan Pemotongan Pajak


Dalam serangkaian cuitannya di akun Twitter, Trump menyerang Darroch. Kepemimpinan PM Inggris juga tak lepas dari kemarahan Trump, seraya menyebut May sebagai dalang kekacauan Brexit.

"Kami sudah menjelaskan kepada pemerintah AS, bahwa kebocoran ini sangat disayangkan. Petikan selektif yang bocor tidak mencerminkan hubungan bilateral," kata juru bicara pemerintah Inggris menanggapi polemik tersebut.

"Pada saat yang sama, kami juga menekankan pentingnya duta besar untuk memberikan penilaian politik yang jujur dan tidak ternoda di negara tempat bertugas," lanjutnya.

Kebocoran telegram khusus akan menghambat langkah Inggris, untuk mencapai kesepakatan perdagangan baru dengan AS. Perjanjian itu diharapkan dapat meredam dampak perceraian Inggris dari Uni Eropa (Brexit).

Kembali menanggapi penilaian Darroch, Trump mengatakan para pejabat pemerintahannya tidak terlalu menyukai utusan London ke Washington.

"Kami bukan penggemar besar pria itu (Darroch). Dia belum melayani Inggris dengan baik. Jadi saya bisa memahaminya, dan saya bisa mengatakan banyak hal tentang dia, tetapi saya tidak mau repot," pungkas Trump kepada wartawan. (AFP/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More