Rabu 10 Juli 2019, 10:10 WIB

Permintaan Pemulangan Rizieq Mengherankan

Akmal Fauzi | Politik dan Hukum
Permintaan Pemulangan Rizieq Mengherankan

MI/MOHAMAD IRFAN
Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

 

KEPALA Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan keheranannya dengan permintaan pemulangan pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab sebagai syarat rekonsiliasi Prabowo Subianto dengan presiden terpilih Joko Widodo. Pasalnya, kepergian Rizieq atas kehendaknya sendiri dan tidak ada urusan dengan pemerintah.

"Siapa yang pergi, siapa yang pulangin. Kan pergi, pergi sendiri, kok dipulangin. Gimana sih? Memangnya kita yang usir, kan enggak," kata Moeldoko di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, kemarin.

Dia menilai Rizieq yang seharusnya pulang sendiri ke Tanah Air karena pemerintah tak pernah meminta dia pergi ke luar negeri.

"Ya pulang sendiri saja, enggak bisa beli tiket, baru gua beliin," ujar Moeldoko berkelakar.

Namun, Moeldoko tak menjawab apakah ada jaminan ketika Rizieq pulang ke Indonesia nanti kasus-kasus hukumnya tak dibuka lagi. Dia menyatakan hal itu merupakan kewenangan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. "Ya, saya tidak tepat bicara itu, ya, mungkin Kapolri."

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengklaim kepulangan Rizieq sebagai salah satu syarat rekonsolisiasi Prabowo dan Jokowi. Selain Rizieq, Muzani meminta pemerintah membebaskan tokoh dan pendukung Prabowo-Sandi yang terjerat kasus hukum.

"Bukan hanya Rizieq. Kemarin banyak yang ditahan-tahanin. Itu bagian supaya pandangan yang tajam di masyarakat mengendur," paparnya.

Muzani mengatakan rekonsiliasi antara Jokowi dan Prabowo harus dilakukan untuk meredam dendam yang ada pada tiap-tiap pendukung dan upaya menghilangkan kubu kalah dan menang pascapilpres.

Karena itu, Muzani mengatakan rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo tidak boleh sekadar ucapan di bibir, bualan, atau berujung pada lobi politik. "Bukan sekadar lip service, atau dagangan politik, atau sekadar bualan, tetapi menjadi sesuatu keharusan yang memang ketika proses itu semua terjadi. Jadi, rekonsiliasi, islah, itu akan genuine kalau terjadi seperti itu. Kita sampaikan itu ke semuanya sehingga tidak ada kriminalisasi," tegasnya. (Mal/Faj/P-4)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

ICW Kritik Firli yang Absen Konferensi Pers Penangkapan Nurhadi

👤Antara 🕔Selasa 02 Juni 2020, 22:41 WIB
Berkaca ke belakang, kata dia, Ketua KPK pada periode sebelumnya seringkali hadir dalam konferensi pers yang terkait langsung dengan elit...
MI/Ramdani

Muhammadiyah Ingatkan Presiden Jokowi Perbaiki Komunikasi Politik

👤Nur Azizah 🕔Selasa 02 Juni 2020, 20:53 WIB
Menurut Muti, masukan itu karena pernyataan pembantu presiden yang kerap tidak...
Ilustrasi

Lagi, Tujuh Pejabat KONI Sebagai Saksi Terkait Korupsi Dana

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 02 Juni 2020, 20:33 WIB
Tujuh pejabat dan staf KONI pusat diperiksa Kejaksaan Agung RI (Kejagung) sebagai saksi kasus korupsi bantuan dana pemerintah atau hibah,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya