Selasa 09 Juli 2019, 09:55 WIB

Pengendara belum Sadar Dipantau Kamera

Fer/KG/J-1 | Megapolitan
Pengendara belum Sadar Dipantau Kamera

MI/PIUS ERLANGGA
Kamera pengawas atau CCTV terpasang di JPO Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, pekan lalu.

 

PENGENDARA di Ibu Kota masih memandang fisik kepolisian dalam berlalu lintas. Meski sudah enam hari tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) diberlakukan, para pelanggar tetap saja mencapai ratusan.

Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum (Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya, AKB Muhammad Nasir, mengatakan terdapat 207 pelanggar lalu lintas dari berbagai kategori terekam kamera automatic number plate recognition (ANPR) di beberapa titik ruas jalan pada Minggu (7/7).

"Pelanggaran lampu lalu lintas dan garis pemberhentian mencapai 51 kendaraan," terang Nasir, kemarin.

Rinciannya, di kawasan traffic light (TL) Sarinah menuju Hotel Indonesia, terdapat 16 pengendara melanggar. Di TL Sarinah menuju Monas 11 pelanggar, sedangkan 24 pengendara tertangkap melanggar di sekitar TL Gajah Mada.

Pengendara yang terekam tidak mengenakan sabuk pengaman sebanyak 21 di jembatan penyeberangan orang (JPO) Kementerian Pariwisata, 29 di TL Patung Kuda, 40 di TL Sarinah menuju Hotel Indonesia, serta 15 di bawah Jalan Layang non-Tol Arah Semanggi.

Kemudian 12 pengemudi di bawah jalan layang nontol arah Hotel Indonesia, 16 di JPO Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, dan empat pelanggar di JPO Ratu Plaza, serta 12 pelanggar di JPO Hotel Sultan. "Total pengendara yang tidak mengenakan sabuk pengaman sebanyak 149 orang," paparnya.

Sementara itu, pelanggar yang tertangkap kamera mengoperasikan telepon seluler, yakni satu di TL Sarinah menuju Hotel Indonesia, dua di bawah jalan layang nontol arah Semanggi, dua di JPO Kementerian PAN-Rebiro, dan dua di JPO Hotel Sultan.

Polda Metro Jaya memberlakukan tilang elektronik dengan tambahan fitur baru mulai 1 Juli. "Fitur baru tersebut bisa melihat di dalam mobil," papar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf.

Tolak parkir berbayar

Di Depok, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia menggelar aksi damai menolak kebijakan rektorat yang akan memberlakukan parkir berbayar di lingkungan Kampus UI.

Puluhan mahasiswa menggelar aksi di depan Gedung Rektorat. Ketua BEM UI Manik Margana Mahendra menyatakan mahasiswa masuk berbayar di UI ialah kebijakan yang tidak logis. (Fer/KG/J-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More