Selasa 09 Juli 2019, 08:30 WIB

Jokowi Apresiasi Totalitas NasDem

Akmal Fauzi | Politik dan Hukum
Jokowi Apresiasi Totalitas NasDem

DOK DPP NASDEM
Presiden Joko Widodo berfoto dengan Ketua Umum DPP Partai NasDem Surya Paloh di Istana Bogor, Jabar, kemarin.

 

SELURUH pimpinan Partai NasDem menemui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, kemarin. Mereka dipimpin langsung Ketua Umum NasDem Surya Paloh dalam pertemuan tersebut.

Ada 50 orang termasuk 34 pimpinan DPW NasDem yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Ketua DPP NasDem Willy Aditya mengatakan pertemuan tersebut merupakan silaturahim dengan Presiden Jokowi.

"Ya, silaturahim. Pak Jokowi berterima kasih atas totalitas Partai NasDem memenangkan Jokowi dua periode," kata Willy.

Willy mengatakan pertemuan itu tidak membahas ihwal persoalan jatah menteri kabinet. Pertemuan itu, kata dia, berlangsung santai.

"NasDem kan politiknya tidak politik bagi-bagi kursi, bagi-bagi posisi. Lebih banyak bicara agenda ke depan," ujarnya.

Menurut Willy, dalam pertemuan itu, Surya Paloh berbicara ihwal bagaimana restorasi Indonesia harus menjadi fokus di periode kedua kepemimpinan Jokowi.

"Tadi Pak Surya berbicara bagaimana soal revolusi mental, restorasi Indonesia harus menjadi fokus periode kedua ini. Karena ini menjadi komitmen kami," jelasnya.

Sebelumnya, Jokowi juga sudah menerima partai-partai yang tergabung dalam koalisi, di antaranya Partai Golkar pada Senin (1/7).

Dalam pertemuan tersebut, Golkar dipimpin langsung oleh Ketua Umum Airlangga Hartarto. Airlangga menyebut pertemuan itu sekadar silaturahim dengan Jokowi.

Selang sehari kemudian giliran PKB yang menemui Jokowi. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar memimpin langsung pertemuan Jokowi dan 34 pengurus DPW PKB.

Gagasan besar

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem Taufik Basari (Tobas) mengatakan NasDem menyerahkan sepenuhnya persoalan kabinet kepada presiden dan wakil presiden terpilih Jokowi-KH Ma'ruf Amin.

Tobas yang dikenal sebagai advokat ini mengatakan pihaknya pun terus membahas gagasan-gagasan besar mengenai jalannya pemerintahan ke depan bersama presiden terpilih Jokowi.

"Kalau secara spesifik bahas kabinet belum ada, tetapi diskusi soal jalannya pemerintahan ke depan sudah ada secara informal," kata Taufik Rabu (3/7).

Partai NasDem, lanjut Tobas, juga menyambut positif dan mendukung terkait dengan wacana mengakomodasi kalangan muda masuk ke kabinet mendatang.

"Kami sangat sambut baik karena di era saat ini memang membutuhkan figur-figur yang mampu dengan cepat melakukan adaptasi dengan perkembangan teknologi yang ada," tambahnya.

Tobas mengatakan pembahasan mengenai jalannya pemerintahan ke depan bersama Jokowi tersebut juga baru dilakukan antara NasDem dan Jokowi tanpa melibatkan partai koalisi lain.

Dia melihat masih banyak waktu untuk pembahasan soal menteri dan kabinet bersama presiden.

Menurut Tobas, partainya juga telah menyiapkan sejumlah nama apabila memang dibutuhkan Presiden Jokowi untuk membantunya bekerja penuh waktu membangun bangsa di periode keduanya.

"Tentu kami sudah menyiapkan siapa saja kader terbaik sesuai dengan kebutuhan Pak Presiden dan Wakil, serta kebutuhan kabinet itu sendiri," jelasnya. (Medcom.id/P-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More