Senin 08 Juli 2019, 14:30 WIB

YLKI Sebut Kawasan Tanpa Rokok Mutlak untuk Lindungi Masyarakat

Antara | Humaniora
YLKI Sebut Kawasan Tanpa Rokok Mutlak untuk Lindungi Masyarakat

MI/ARYA MANGGALA
Poster dilarang merokok terpasang di kawasan Pasar Senen, Jakarta.

 

KAWASAN tanpa rokok menjadi kebutuhan mutlak untuk melindungi masyarakat dari paparan asap rokok agar tidak menjadi perokok pasif. Hal itu dikatakan Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi.    

"Sangat mendesak agar semua tempat kerja dan tempat umum menjadi kawasan tanpa rokok, tanpa kompromi," kata Tulus melalui pesan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (8/7).    

Ia mengatakan kematian Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho seharusnya membuka mata semua pihak terhadap arti penting kawasan tanpa rokok.   

Menurut Tulus, Sutopo adalah salah satu putra terbaik bangsa Indonesia yang lagi-lagi harus tumbang karena kanker. Sutopo meninggal di Guangzhou, Tiongkok, saat menjalani pengobatan akibat kanker paru stadium IVB    

Sutopo mengaku menjaga perilaku hidup sehat dan tidak merokok, tetapi juga menyatakan kerap mendapati lingkungan kerja yang penuh asap rokok dan tidak bisa menghindar.    

Baca juga: Pak Topo Jadi Korban Ulah Perokok

"Dalam hal sebagai perokok pasif, Pak Sutopo tidak sendirian. Secara nasional, menurut Riset Kesehatan Dasar 2013, jumlah perokok pasif mencapai lebih dari 90 juta orang, 12 juta lebih adalah anak usia nol hingga empat tahun," kata Tulus.    

Ia mengatakan para perokok pasif kebanyakan terpapar asap rokok di tempat kerja bahkan di dalam rumahnya sendiri.    

"Faktor risiko perokok pasif terkena kanker paru adalah empat kali lipat, sedangkan perokok aktif 13,6 kali lipat," katanya.    

Oleh karena itu, YLKI mendesak semua pihak dan para pimpinan wilayah untuk mewujudkan kawasan tanpa rokok, khususnya di tempat kerja, tempat umum, dan angkutan umum.    

"Menghirup udara yang sehat tanpa kontaminan racun asap rokok adalah hak asasi setiap orang di mana pun tempatnya," pungkas Tulus. (OL-2)

Baca Juga

ANT/SENO

Pondok Pesantren di Sumenep Perpanjang Belajar di Rumah

👤Mohammad Ghazi 🕔Senin 01 Juni 2020, 16:00 WIB
SEJUMLAH pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menunda masa kembalian santri. Penundaan yang dilakukan karena pandemi...
Antara

New Normal: Pemprov Babel Uji Coba Aktifkan Sekolah Lagi

👤Rendy Ferdian 🕔Senin 01 Juni 2020, 14:30 WIB
KEGIATAN Belajar Mengajar (KBM) sejumlah SMA/SMK/MA di Provinsi Bangka Belitung (Babel) akan dimulai besok, Selasa...
Antara

Di Raja Ampat Bertambah 9 ODP dan 3 OTG Covid-19

👤Martinus Solo 🕔Senin 01 Juni 2020, 14:15 WIB
JURU bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Raja Ampat, dr. Rosenda melaporkan sebaran covid-19 di Raja Ampat...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya