Senin 08 Juli 2019, 11:45 WIB

Kemenhub Bangun Tiga Terminal di Perbatasan RI-Timor Leste

Palce Amalo | Nusantara
Kemenhub Bangun Tiga Terminal di Perbatasan RI-Timor Leste

MI/PALCE AMALO
Pekerja melintas di area pembangunan Terminal Tipe A di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (8/7).

 

KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) sedang membangun tiga terminal barang internasional yang berlokasi di perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

Tiga terminal itu ialah Motaain, Motamasin, dan Wini yang dijadwalkan rampung pada 2020.

Terminal barang bermanfaat memudahkan distribusi barang antarnegara, serta mendukung perekonomian di wilayah perbatasan negara.

Direktur Angkutan Jalan Kemenhub Ahmad Yani mengatakan tiga terminal itu merupakan bagian dari tujuh terminal barang yang dibangun di perbatasan negara.

"Untuk NTT ada empat proyek dari perhubungan darat, tiga terminal di perbatasan dan terminal tipe A di Kota Kupang," katanya kepada Media Indonesia di Kupang, Senin (8/7).

Terminal lainnya Entikong di perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat sudah rampung sejak 2018.

Baca juga: PLN NTT Bangun PLTS di Pulau Terpencil

Sedangkan, Terminal Nanga Badau dan  terminal Aruk masing-masing di perbatasan Kalimantan Barat, dan Terminal Skouw di perbatasan Papua, dijadwalkan rampung pada 2020.

Terminal barang Motaain di bagian barat Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur dibangun dengan anggaran Rp15 miliar, Terminal Motamasin di bagian selatan Kabupaten Belu dibangun dengan anggaran Rp7,5 miliar, dan  terminal Wini di perbatasan Kabupaten Timor Tengah Utara dan Distrik Oekusi, Timor Leste menelan anggaran Rp15 miliar.

Adapun terminal Tipe A yang dibangun di Kota Kupang, pada tahap pertama 2018 menelan anggaran Rp10 miliar, sedangkan anggaran tahap selanjutnya sebesar Rp50 miliar.

Terminal itu dibangun di Kelurahan Lasiana, Kota  Kupang di lahan seluas 2,3 hektare.

"Harapan kita pada 2020 pembangunan  terminal sudah selesai," kata Ahmad Yani. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More