Minggu 07 Juli 2019, 20:22 WIB

Pelabuhan Tanjung Priok akan Beroperasi 24 Jam Setiap Hari

Atikah Ishmah Winahyu | Ekonomi
Pelabuhan Tanjung Priok akan Beroperasi 24 Jam Setiap Hari

Antara/Dhemas Reviyanto
Aktivitas bongkar-muat di Pelabuhan Tanjung Priok

 

GUNA meningkatkan jumlah ekspor melalui pelabuhan Tanjung Priok, waktu operasional pelayanan pelabuhan akan dilaksanakan setiap hari.

Otoritas Pelabuhan, Syahbandar, Bea Cukai, Imigrasi, Operator Pelabuhan, Bank dan stakeholder terkait akan melakukan pelayanan optimal secara terus-menerus selama 24 jam dalam tujuh hari.

Menteri Perhubungan menegaskan, keputusan ini diambil usai mengadakan rapat dengan jajaran stakeholder Pelabuhan Tanjung Priok, di Kantor Bea Cukai Tipe A Tanjung Priok, Jakarta Minggu (7/7).

Menhub mengatakan telah menyisir upaya-upaya yang mampu meningkatkan ekspor. Dia mengakui ada beberapa hal yang memang harus ditingkatkan, salah satunya adalah meningkatkan waktu operasional pelayanan di Pelabuhan Tanjung Priok.

“Berkaitan dengan jumlah hari produktif pelayanan, sebelum ini tiga hari, sekarang sudah empat sampai lima hari, kita ingin tujuh hari. Artinya 24/7 kita melayani. Agar orang-orang yang melayani di sini waktunya tersebar dan fasilitas tol, truk itu terbagi rata di tujuh hari. Sehingga produktivitas itu lebih baik,” tutur Budi Karya Sumadi melalui pernyataan resmi, Minggu (7/7).

Baca juga : Sosialisasi Terminalisasi Pelabuhan Panjang Ditenggat Satu Bulan

Menhub mengilustrasikan, dengan waktu pelayanan tiga hari apabila ada eksportir yang ingin mengirim 14 kontainer barang, maka harus ada lima truk kontainer yang berjalan dalam sehari. Namun jika waktu pelayanan menjadi tujuh hari, maka dalam satu hari hanya dibutuhkan dua truk kontainer saja.

Sistem ini akan membuat lalu lintas dari dan menuju pelabuhan menjadi tidak terlalu padat, sehingga efek positifnya dapat mengurangi jumlah kemacetan.

“Jadi jalannya lengang, truknya produktif yang di pelabuhan juga enak mengaturnya. Dengan lengang itu maka kecenderungan untuk melakukan kegiatan ekspor khususnya itu bertambah, pasti bertambah karena kemudahan itu equivalen dengan pertambahan jumlah. Kalau ini semua lancar maka otomatis yang ekspor juga menjadi lebih banyak,” jelasnya.

Selanjutnya yang juga menjadi pusat perhatian Menhub adalah empty container (kontainer kosong) dalam impor barang. Menurutnya, banyak kontainer usai melakukan proses impor barang berjalan dalam keadaan tanpa muatan atau kosong.

Hal ini akan dikoordinasikan lebih lanjut agar truk-truk tersebut tidak berjalan dalam keadaan kosong.

“Truk banyak yang berjalan kosong. Setelah impor, dia kosong, dia dibawa ke Cikarang ke sini (Tanjung Priok) kosong. Kita akan minta kepada cargo owner, atau shipping line untuk menyiapkan supaya jangan ada truk yang kosong. Jadi kita upayakan itu dalam keadaan terisi,” ujarnya.

Hal terakhir yang menjadi sorotan Menhub adalah masalah sistem. Dia menilai ,perlu ada satu sistem yang mengatur keseluruhan aktivitas di pelabuhan.

Kita akan tingkatkan koordinasi INSW, Inaportnet. Dengan Bea Cukai, Pelindo, Syahbandar, OP bersama Ditjen Perhubungan Laut akan kita rapatkan minggu depan agar sistemnya itu menjadi satu. Di sini juga saya sengaja mengundang para banker BNI, BRI dan Mandiri untuk Sabtu, Minggu juga masuk. Jadi sekarang Sabtu, Minggu masih sepi, jadi nanti akan ramai. Agar mereka juga beroperasi,” pungkasnya. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More