Minggu 07 Juli 2019, 14:35 WIB

Almarhum Sutopo Dinilai Layak Diganjar Penghargaan

Mediaindonesia.com | Humaniora
Almarhum Sutopo Dinilai Layak Diganjar Penghargaan

MI/Adam Dwi
Sutopo Purwo Nugroho

 

IKATAN Pesantren Indonesia (IPI) ikut berbela sungkawa atas meninggalnya Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, akibat penyakit yang dideritanya. 

IPI menilai almarhum Sutopo sebagai sosok pahlawan yang sangat berdedikasi tinggi, sebab almarhum selalu bekerja dengan gigih memberikan informasi kepada masyarakat meskipun sedang didera penyakit serius.

"Beliau sosok pahlawan kemanusiaan yang layak untuk diteladani, karena di tengah kondisi sakit, dia tetap memberikan informasi kepada masyarakat," ujar Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pesantren Indonesia (DPP IPI), KH Zaini Ahmad, di Jakarta, Minggu (7/7).

Ia juga mendoakan semoga almarhum Sutopo meninggal dalam keadaan husnul khotimah dan dijadikan kuburnya sebagai taman surga oleh Allah SWT.

"Kita berdoa semoga beliau meninggal dalam keadaan husnul khotimah dan Allah jadikan kuburnya sebagai taman surga," Ucapnya. 

 

Baca juga: Jenazah Pak Topo akan Dibawa ke Jateng Besok


Selain itu, dia juga meminta agar pemerintahan memberikan perhargaan setinggi-tingginya kepada almarhum atas dedikasi dan pengorbanannya yang sangat luar biasa di tengah kondisi sakit selalu memberikan informasi kepada masyarakat agar selalu waspada dan hati-hati menghadapi bencana alam. 

"Pemerintah perlu memberikan penghargaan kepada Pak Sutopo karena beliau sangat bertanggung jawab dan berdedikasi tinggi ditengah kondisi sakit namun tetap memberikan perhatian kepada masyarakat agar selalu waspada dan hati-hati di tengah bencana alam," kta kiai yang biasa disapa Gus Zaini ini. 

Seperti diberitakan, Sutopo Purwo Nugroho dikabarkan meninggal dunia pada Minggu di Guangzhou, China, pukul 02.00 waktu setempat atau pukul 01.00 WIB. Ia meninggal saat dalam menjalani pengobatan kanker stadium 4 yang diidapnya. (RO/OL-11)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More