Minggu 07 Juli 2019, 11:00 WIB

Lukaku Ingin Tinggalkan MU, Agen Sibuk Cari Pembeli

Cahya Mulyana | Sepak Bola
Lukaku Ingin Tinggalkan MU, Agen Sibuk Cari Pembeli

AFP/FRANCK FIFE
Romelu Lukaku

 

ROMELU Lukaku menegaskan tidak ingin membela Manchester United musim depan karena sebelumnya kerap duduk di bangku cadangan. Maka, sang agen, Federico Pastorello, terus mencari klub yang menginginkan jasa penyerang asal Belgia itu.

Setelah tawaran Inter Milan dimentahkan United karena hanya berani meminjam Lukaku, Pastorello mendekati duo mantan pelatih Chelsea yang kini menukangi Juventus dan Napoli, Maurizio Sarri dan Carlo Ancelotti.

Hasilnya cukup memberi harapan karena keduanya tertarik mendatangkan striker yang sempat digadang-gadang menjadi ujung tombak masa depan Si Biru itu.

Sarri dan Ancelotti hanya membutuhkan 75 juta pound sterling atau senilai dengan mahar yang dibayarkan United ke Everton untuk mendapatkan Lukaku dua tahun silam. Juventus maupun Napoli sepertinya lebih serius ketimbang Inter.

Baca juga: Saha Sayangkan Sikap Pogba

Juventus dan Napoli saat ini tengah mematangkan proposal untuk mendatangkan pemain berusia 26 tahun jebolan akademi Anderlecht itu. Tinggal nantinya bola ada di pihak United untuk memutuskan klub mana yang disetujui tawarannya.

Sementara itu, United terus berbenah khususnya di level manajemen. Mereka dikabarkan mengangkat mantan bek Michael Clegg sebagai salah satu pelatih. Pria berusia 42 tahun itu akan menangani fisik dan kekuatan pemain United.

"Merupakan suatu kehormatan untuk kembali di klub yang saya cintai. Ini adalah pekerjaan impian saya," dilansir dari The Sun, Minggu (7/7).

Selain Clegg, United juga mengangkat Ed Leng sebagai tim riset olah raga tim utama. Kedatangan mereka menyusul pengumuman bulan lalu bahwa Richard Hartis telah bergabung kembali dengan klub sebagai pelatih senior penjaga gawang. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More