Sabtu 06 Juli 2019, 21:28 WIB

Sebanyak 921 Warga Konawe Utara masih Bertahan di Pengungsian

Antara | Nusantara
Sebanyak 921 Warga Konawe Utara masih Bertahan di Pengungsian

ANTARA
Banjir landa Kabupaten Konawe Utara pada 1-2 Juni lalu.

 

Sebanyak 267 kepala keluarga yang terdiri 921 warga Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, masih bertahan di tempat pengungsian akibat banjir yang melanda daerah tersebut beberapa waktu yang lalu. Padahal masa tanggap bencana daerah itu sudah berakhir pada 29 Juni 2019.  

Menurut keterangan yang diterima dari BPBD Kabupaten Konawe Utara di Kendari, Sabtu (6/7), jumlah pengungsi tersebut berada di 21 titik pengungsian umum.

Bupati Konawe Utara Ruksamin telah menyatakan bahwa masa tanggap darurat bencana telah berakhir dan beralih ke status transisi kepemulihan mulai 30 Juni hingga 27 September 2019. Selama masa transisi tersebut koordinasi dan sinergitas lembaga terkait tetap
dijaga sambil tetap melakukan penanganan bencana banjir di daerah ini.   

Upaya pembersihan tanah di rumah atau tempat-tempat lain semakin intens dilaksanakan Pemkab Konawe Utara bekerja sama dengan lembaga terkait.  Peningkatan upaya pemenuhan kebutuhan dasar dalam bentuk distribusi logistik kepada para pengungsi juga terus ditingkatkan termasuk pelayanan kesehatan kepada pengungsi dan pembuatan 30 tempat hunian sementara yang diperuntukkan bagi warga yang berada di posko pengungsian Desa Puuwonua, dan lain sebagainya.    

Sebelumnya Bupati Konawe Utara Ruksamin mengatakan, tempat hunian sementara itu terus dipersiapkan selama masa transisi ke pemulihan sampai masa rehabilitasi akan disiapkan tempat hunian tetap.   

Banjir bandang yang melanda Konawe Utara tersebut terjadi pada 1 dan 2 Juni 2019 akibat meluapnya Sungai Walasolo, Sungai Lalindu, dan Sungai Wadambali menyusul intensitas hujan tinggi yang turun di daerah tersebut. Banjir tersebut merendam tujuh kecamatan yaitu Andowia, Asera, Oheo, Wiwirano, Landawe, Langgikima, dan Motul.    

Warga yang terdampak banjir sebanyak 18.765 jiwa dengan 388 rumah hanyut 388 unit, 47 rusak berat, 939 rusak ringan 939 unit, dan
1144 terendam. Bupati Konawe Utara, Ruksamin menyatakan kerugian materi akibat bencana banjir itu mencapai Rp674,8 miliar lebih. Ia menjelaskan kerugian terbesar adalah akibat kerusakan infrastruktur seperti jembatan, jalan, jaringan listrik.

(Ant/OL-10)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More