Sabtu 06 Juli 2019, 15:23 WIB

Berdayakan Perempuan Untuk Selamatkan Lingkungan

Widjajadi | Nusantara
Berdayakan Perempuan Untuk Selamatkan Lingkungan

MI/Widjajadi
Upacara Jambore Lingkungan Hidup Aisyiyah Jawa Tengah, diikuti oleh 629 kader Aisyiyah dari 35 pengurus daerah. Sabtu (6/7)

 

KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berdayakan perempuan untuk menjadi garda terdepan dalam penyelamatan lingkungan dan penanggulangan bencana di Tanah Air.

Langkah nyata itu bisa dilihat dari kegiatan jambore bertema Optimalisasi Peran Perempuan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup untuk Jawa Tengah Tangguh Bencana selama tiga hari, mulai Jumat (5/7) hingga Minggu (7/7) di bumi perkemahan Umbang-Umbang Tawangmangu.

Kegiatan yang digelar KLHK bersama Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Aisyiyah Jawa Tengah itu diikuti oleh 629 kader Aisyiyah dari 35 Pengurus Daerah (PD) yang ada di Jawa Tengah, ditambah perwakilan dari Jatim dan Jabar.

"Tujuan dari digelarnya jambore LLHPB ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya peran perempuan dalam pengelolaan lingkungan hidup dan pengurangan risiko bencana," tutur Ketua PW Aisyiyah Jawa Tengah, Ummul Baroroh saat upacara pembukaan jambore di Umbang-Umbang, Tawangmangu, Sabtu (6/7).

Menurut dia, Jawa Tengah merupakan wilayah yang sangat rentan dengan berbagai kebencanaan, dari gempa bumi, longsor yang diakibatkan oleh rusaknya lingkungan, dan juga makin memprihatinkannya sampah plastik. Hal ini perlu mendapatkan perhatian sangat serius dari seluruh anak negeri, terutama kaum perempuan.

Ummul sangat meyakini bahwa perempuan Aisyiyah tepat diposisikan sebagai  srikandi tangguh, karena perannya selama ini di dalam mengelola lingkungan, sehingga Jawa Tengah menjadi tangguh dalam menghadapi bencana.

Rangkaian kegiatan Jambore selama 3 (tiga) hari diisi dengan kegiatan knowledge sharing, workshop, kajian fiqih kebencanaan dan fiqih air, tadabur alam, malam keakraban, outbond, simulasi hingga lomba seperti cerdas tanggap, teknologi tepat guna, ceramah, essay, dan kontingen tergiat.

Kasubdit Sampah Spesifik dan Daur Ulang Direktorat Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ari Sugasri lebih menekankan pentingnya pengelolaan sampah di dalam upaya penyelamatan lingkungan. Data nasional menunjukkan di Indonesia muncul timbulan sampah sebanyak 68 juta ton, dengan 44 persen adalah sampah organik, dan 15 persennya merupakan sampah plastik.

"Terutama sampah plastik yang baru bisa diurai oleh tanah dalam jangka satu juta tahun. Ini sungguh mengerikan. Dan saya yakin, ibu-ibu Aisyiyah sangat sepakat untuk memerangi sampah plastik, dengan cara mengolahnya untuk menjadi memiliki nilai ekonomi," ucap Ari.

baca juga: PPIH Arab Saudi Siap Melayani Jemaah Haji Indonesia

Sementara dari ajang jambore yang diikuti 629 orang diestimasi timbunan sampah 0,7 kg/org/hari, sehingga dalam tiga hari diperkirakan menghasilkan 385 kg sampah. Karena itu, agar tidak berjibun sampah, dilakukan prinsip less waste event yaitu manajemen pengelolaan sampah kegiatan massal, yakni mengupayakan seminimal mungkin menghasilkan
sampah. (OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More