Sabtu 06 Juli 2019, 14:06 WIB

PPIH Arab Saudi Siap Melayani Jemaah Haji Indonesia

Sitria Hamid laporan dari Arab Saudi | Humaniora
PPIH Arab Saudi Siap Melayani Jemaah Haji Indonesia

Dok Kemenag
Pemberangkatan perdana kloter SUB 1 dari Embarkasi Surabaya ke Madinah, Sabtu (6/7) dini hari melalui Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur.

 

PANITIA Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi telah siap menyambut para jemaah haji Indonesia yang tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah. Hari ini, Sabtu (6/7) dijadwalkan sebanyak 1.800 jemaah haji kloter pertama dari Surabaya dan Batam tiba di Madinah.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Jeddah, Arsyad Hidayat mengatakan pihaknya telah menyiagakan 155 petugas, terdiri dari 155 petugas terdiri dari 80 petugas yang diberangkatkan dari Jakarta, 55 orang dari tenaga musiman dan tim mobile sebanyak 20 orang.

"Alhamdulillah, secara umum persiapan penyambutan kloter pertama yang akan turun di Bandara Madinah, kita cukup siap," kata Arsyad Hidayat, Sabtu (6/7).

Jemaah haji gelombang pertama berasal dari Embarkasi Surabaya (SUB 1, SUB 2) dan Batam (BTH 1, BTH 2). Kloter pertama yang akan tiba adalah SUB 01, diperkirakan mendarat di Madinah pukul 10.00 waktu Arab Saudi. Dari bandara, jemaah haji akan diantar ke hotel di Madinah untuk kemudian menjalankan ibadah Arbain di Masjid Nabawi selama delapan hari ke depan.

Seperti tahun lalu, di Bandara AMAA Madinah juga akan menerapkan  layanan fast track untuk jemaah yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta. Agar layanan fast track berjalan baik, menurut Arsyad, pihaknya menempatkan para petugas haji di bandara sebagai pengawas di imigrasi, pengawas barang di bandara, pengawas barang jemaah yang akan masuk bus. Serta pengawas jemaah yang akan naik ke bus.

Kedatangan jemaah kloter pertama di Bandara Madinah akan disambut Dubes RI untuk Arab Saudi, Konjen RI serta pihak Kementerian Haji Arab Saudi.

Arsyad menambahkan, bahwa untuk kelancaran penyambutan dan pelayanan jemaah haji di Bandara, lanjut Arsyad pihaknya melakukan pertemuan internal daker bandara, dan juga berkoordinasi antardaerah kerja.

"Ikhtiar kita sudah cukup, juga dengan ikhtiar batin dengan membaca doa bersama," jelasnya seusai menghadiri malam taaruf dan doa bersama petugas haji daker bandara di kantor Daker Madinah, Jumat (5/7) malam.

Ikhtiar batin ini, katanya, akan melengkapi ikhtiar fisik yang telah dilakukan, agar pelayanan terhadap jemaah haji berjalan dengan lancar.

Hal senada disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Daerah Kerja Madinah Amin Handoyo, yang memastikan bahwa seluruh petugas daerah kerja Madinah siap melayani jemaah haji.

Amin menyebutkan bahwa pemondokan jemaah haji di Madinah telah dipilih di lokasi yang dekat dengan Masjid Nabawi.

"Pemondokan di Markaziyah semua, paling jauh di ringroad 500 meter dari Masjid Nabawi. Paling dekat di Thaybah Arak, di depan pelataran Masjid Nabawi, kalau salat Jumat tinggal gelar sajadah," jelas Amin,seusai memimpin rapat dengan para Kepala Seksi dan Kepala Sektor di Daerah Kerja Madinah.

Amin mengatakan, jemaah SUB 1 akan ditempatkan di Sektor 3 Hotel Isyraq Al Bustam. Sedang jemaah BTH 1 yang dijadwalkan mendarat pukul 10.35 waktu setempat, akan ditempatkan di Sektor 4 Hotel Nibras Syahba.

Kloter SUB 2 akan tiba di Madinah pukul 13.30 waktu setempat. Jemaah SUB 2 ini akan ditempatkan di Sektor 4, Hotel Manar Al Taaj. Sementara kedatangan terakhir gelombang pertama adalah jemaah haji BTH 2, pukul 14.35 waktu setempat. Mereka akan ditempatkan di Sektor 5 Hotel Gulnar Taibah.

baca juga: Pemprov DKI Gelar Uji Emisi Gratis di Lapangan Banteng

Total ada 231.000 jemaah haji, termasuk 17.000 jemaah haji khusus, yang akan berangkat dari Indonesia. Jemaah haji tersebut terbagi menjadi 529 kloter dalam dua gelombang penerbangan. Gelombang pertama akan diterbangkan ke Madinah, 6-19 Juli 2019, dan gelombang kedua akan diberangkatkan ke Jeddah, 20 Juli-5 Agustus 2019.

Jemaah haji gelombang pertama akan berada di Madinah selama 8-9 hari untuk menjalani ibadah Arbain, yaitu salat 40 waktu berjemaah di Masjid Nabawi. Setelah itu, mereka akan diberangkatkan ke Mekah untuk menjalankan ibadah haji. (OL-3)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More