Sabtu 06 Juli 2019, 08:58 WIB

Polisi Miliki 704 Bukti Visual Ungkap Dalang Kerusuhan 22 Mei

Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum
Polisi Miliki 704 Bukti Visual Ungkap Dalang Kerusuhan 22 Mei

MI/Ramdani
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (tengah) saat menjelaskan bukti-bukti kerusuhan 21-22 Mei 2019.

 

KEPALA Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya menggunakan scientific investigation dengan face recognition atau analisa pengenalan wajah sehingga berhasil mengindetifikasi bukti visual dalam penyidikan kasus kerusuhan 21-22 Mei 2019.

"Kami berhasil mengidentifikasi 704 visual kamera pengawas, video amatir, media sosial dan media massa," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (5/7).

Dia menjelaskan, sebanyak 60 bukti visual itu berasal dari rekaman kamera pengawas. Bahkan penyidik juga memiliki sedikitnya 470 video amatir, 93 foto amatir, 62 foto atau video dari media massa dan 19 tayangan di YouTube.

"Kami mengamankan 9 orang yang diduga melakukan kekerasan pembakaran dan penyerangan terhadap asrama Brimob yang mengakibatkan puluhan kendaraan dan bangunan terbakar dari video-video tersebut," lanjutnya.

Dia menegaskan, ratusan bukti visual itu merekam kejadian di 44 lokasi yang berada di sekitar Gedung Bawaslu, kawasan Petamburan, Tanah Abang, Slipi, Jalan Otista  dan sejumlah titik lainnya.

baca juga: FPI belum Kantongi Rekomendasi Kemenag

Dedi menambahkan analisis terhadap bukti visual juga dilakukan kepolisian untuk mengusut kasus penganiayaan oleh anggota Brimob terhadap sejumlah orang di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Terdapat 10 anggota Brimob yang kemudian diajukan ke sidang disiplin.

"Sebanyak 6 orang ditangkap berdasarkan analisis Tim Pusinafis Bareskrim Polri terhadap puluhan video amatir yang merekam kerusuhan di Slipi dan Petamburan. Analisis itu menggunakan teknologi pengenalan wajah itu," pungkasnya.(OL-3)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More