Sabtu 06 Juli 2019, 09:30 WIB

Korban 21-22 Mei Ditembak dari Dekat

Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum
Korban 21-22 Mei Ditembak dari Dekat

MI/RAMDANI
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto .

 

DIREKTUR Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto memastikan korban tewas saat kerusuhan 21-22 Mei, Harun Ar-Rasyid, ditembak dari jarak sekitar 11 meter di kawasan flyover Slipi, Jakarta Barat.

“Dari keterangan saksi yang diperiksa, almarhum ini ditembak dengan menggunakan sebuah pistol berwarna hitam dengan mengarah ke perusuh menggunakan tangan kiri,” kata Suyudi.

Suyudi menyebut proses autopsi telah dilakukan terhadap Harun Ar-Rasyid dan ditemukan proyektil peluru ukuran 9x17 mm yang diduga bagian senjata nonorganik Polri.

“Arah tembakan itu memang miring, jaraknya hanya 11 meter. Kemudian arahnya juga lurus mendarat karena posisinya ada trotoar agak tinggi. Jadi, diduga pelaku ini agak tinggi,” paparnya.

Pelaku diduga memiliki tinggi badan 175 cm dan berambut lurus agak panjang. Itu berdasarkan pemeriksaan dari saksi yang berada di lokasi kerusuhan tersebut.

Pihaknya memastikan titik pelaku penembakan berbeda dengan titik keberadaan polisi yang melakukan pengamanan dari arah depan. Dalam kerusuhan di Slipi itu, jarak polisi dengan perusuh sekitar 100 meter.

“Anggota Polri yang melakukan penanganan unjuk rasa dengan jarak kurang lebih 100 meter. Kemudian orang yang diduga melakukan penembakan itu ada di sisi kanan, yang mana di sisi kanan ini adalah ruko-ruko di dekat flyover Slipi,” jelas Suyudi.

Korban lainnya yang juga tewas karena tembakan ialah Abdul Aziz. Polisi menyebut Abdul ditembak dari jarak 30 meter.

“Abdul Aziz ditemukan kurang lebih 100 meter dari Asrama Brimob, tepatnya di depan Rumah Sakit Pelni. Ini juga diduga dilakukan orang yang tidak dikenal dengan jarak sekitar 30 meter dari arah belakang, terkena di punggung sebelah kiri kemudian proyektilnya tersisa di dada sebelah kiri juga,” ujar Suyudi.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menambahkan, saat ini polisi masih memburu seorang tersangka kerusuhan 21-22 Mei di Jakarta. “Patut diduga dia yang mengomando para perusuh itu di lapangan dengan narasi-narasi yang diucapkan antara lain dari saksi-saksi yang menyebutkan ‘bakar’, ‘lempar’, ‘serang’,” kata Dedi Prasetyo. (Fer/P-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More