Jumat 05 Juli 2019, 23:20 WIB

Tol Manado-Bitung Dongkrak Pariwisata Sulut

Nur Aivanni | Nusantara
Tol Manado-Bitung Dongkrak Pariwisata Sulut

ANTARA FOTO/Puspa
Tol Manado-Bitung

 

TOL Manado-Bitung sepanjang 39,9 kilometer (km) yang kini tengah dibangun diharapkan dapat mendongkrak pariwisata di Sulawesi Utara (Sulut). Tol tersebut menjadi akses utama ke Pulau Lembeh yang sedang dikembangkan untuk menjadi destinasi wisata baru Sulut.

Presiden Joko Widodo saat meninjau pembangunan Tol Manado-Bitung mengatakan, selain dapat mendongkrak sektor pariwisata, tol itu juga bakal mendorong pertumbuhan sektor industri sebab tol yang merupakan salah satu proyek strategis nasional itu juga merupakan akses menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung.

“Nanti bisa menumbuhkan pariwisata dan industri. Pulau Lembeh nanti akan menjadi titik pariwisata baru di Bitung,” kata Jokowi, Jumat (5/7).

Kendati demikian, ia mengakui pembangunan tol itu masih terkendala masalah pembebasan lahan sepanjang 13 km. Namun, Kepala Negara memastikan pembangunan akan tetap berjalan.

Ia menargetkan pembangunan tol yang menghubungkan dua kota besar di Sulut tersebut rampung pada 2020. “Maksimal Maret-April (2020),” ujarnya. Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, biaya pembangunan jalan tol itu sebesar Rp6,19 triliun.

Presiden dalam kunjungan kerjanya didampingi antara lain oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Staf Khusus Presiden Johan Budi, dan Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

Tol Magetan
Wilayah lain yang kini membutuhkan akses tol untuk mendongkrak sektor pariwisata antara lain Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Oleh karena itu, Bupati Magetan Suprawoto berharap ada akses tol dari Tol Trans-Jawa menuju Magetan.

Menurutnya, dengan adanya akses dari Trans-Jawa, ia optimistis wilayah Magetan akan lebih berkembang. “Magetan kabupaten yang kurang beruntung. Ada tol (Trans-Jawa), tetapi tidak ada pintu keluarnya. Ada kereta api, tetapi tidak berhenti. Ada bandara, tetapi tidak untuk pesawat sipil,” katanya kepada Media Indonesia di kantornya, Rabu (3/6) lalu.

Ia mengungkapkan akses keluar tol yang ada saat ini hanya di Ngawi dan Madiun, tetapi tidak ada di Magetan.

Sementara itu, sepanjang Juli 2019 pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kabupaten-kabupaten di provinsi itu menggelar delapan festival untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke daerah itu. Kepala Dinas Pariwisata NTT Wayan Darmawa mengatakan festival merupakan modal penting dalam pemasaran destinasi wisata NTT sebagai provinsi dengan destinasi kelas dunia terbanyak di Indonesia.

Festival itu ialah, antara lain, Festival Ine Rie di Kabupaten Ngada, Festival Etu di Nagekeo, Pemilihan Putri Pariwisata NTT di Kota Kupang, dan Kejuaraan Dunia Tinju The Border Battle 2019 di Kota Kupang yang berlangsung sejak kemarin hingga besok. (AT/PO/N-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More