Jumat 05 Juli 2019, 17:50 WIB

Polisi Ungkap Kronologi dan Pelaku Penembakan Harun Ar-Rasyid

Ferdian Ananda Majni | Politik dan Hukum
Polisi Ungkap Kronologi dan Pelaku Penembakan  Harun Ar-Rasyid

MI/Adam Dwi
Suasana kerusuhan 22 mei di depan Gedung Bawaslu, Jakarta, 22 Mei lalu.

 

DIREKTUR reserse dan kriminal umum Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Suyudi Ario Seto memastikan korban tewas saat kerusuhan 21-22 Mei beranam Harun Ar-Rasyid ditembak dari jarak sekitar 11 meter kawasan Flyover Slipi, Jakarta Barat.

"Dari keterangan saksi yang diperiksa, almarhum ini ditembak sengan menggunakan sebuah pistol berwarna hitam dengan mengarah ke perusuh menggunakan tangan kiri," kata Suyudi dalam rilis perkembangan hasil penyidikan perkara kerusuhan 21-22 Mei di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (5/7)

Suyudi menyebut proses autopsi telah dilakukan terhadap Harun Ar-Rasyid dan ditemukan proyektil peluru ukuran 9x17 mm yang diduga bagian senjata non-organik Polri.

"Arah tembakan itu memang miring, jaraknya hanya 11 meter, kemudian arahnya juga lurus mendarat, karena posisinya ada trotoar agak tinggi, jadi diduga pelaku ini agak tinggi," paparnya.

Baca juga: Keluarga Korban 22 Mei Minta Kasus Diusut Tuntas

Dia menambahkan, pelaku diduga memiliki tinggi badan 175 cm dan berambut lurus agak panjang. Berdasarkan pemeriksaan dari saksi yang berada di lokasi kerusuhan tersebut.

"Tingginya kurang lebih hampir 175 ke atas, kecil badannya, rambutnya lurus, agak panjang, mukanya agak hitam. Ini ciri-ciri yang berdasarkan keterangan saksi di TKP yang sudah diperiksa," lanjutnya

Oleh karena itu, pihaknya memastikan titik pelaku penembakan berbeda dengan titik keberadaan polisi yang melakukan pengamanan dari arah depan. Dalam kerusuhan di Slipi itu, jarak polisi dengan perusuh sekitar 100 meter.

"Di mana anggota Polri yang melakukan penanganan unjuk rasa dengan jarak itu kurang lebih ada 100 meter. Kemudian orang yang diduga melakukan penembakan itu ada di sisi kanan, yang mana di sisi kanan ini adalah ruko-ruko di dekat Flyover Slipi," pungkasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More