Jumat 05 Juli 2019, 10:55 WIB

Kisah Sedih para Pencari Suaka

*/J-2 | Megapolitan
Kisah Sedih para Pencari Suaka

MI/PIUS ERLANGGA
Para pencari suaka asal Somalia, Sudan, dan Afghanistan bertahan di trotoar Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, kemarin.

 

PEMANDANGAN memilukan tampak di trotoar depan gedung Menara Gravindo, Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Terlihat ada puluhan orang, dari bayi hingga orangtua, 'bermukim' di sana. Mereka ialah para pencari suaka yang berasal dari negara-negara konflik, antara lain Somalia, Afghanistan, dan Yaman.

Tujuan kepindahan mereka ialah menuntut United Nations High Commisioner for Refugees (UNCHR) untuk menyediakan makanan dan tempat tinggal bagi mereka.

Menurut informasi warga sekitar, para pencari suaka sudah bermukim di daerah Kebon Sirih selama seminggu. Sebelumnya mereka bermukim di daerah Kalideres, Jakarta Barat.

Dari hasil pengamatan Media Indonesia, mereka hanya duduk-duduk dan tiduran di trotoar dengan beralaskan tikar.

Saat siang hari mereka berlindung memakai payung atau berlindung di bawah pohon. Lalu ketika hujan turun, mereka melindungi barang-barang mereka dengan menutupnya menggunakan terpal. Tenda lusuh ialah tempat tidur mereka.

Tidak banyak aktivitas yang mereka lakukan. tampak beberapa pengungsi yang bolak-balik dari trotoar ke Masjid BUMN sambil membawa botol berukuran 1 liter. Mereka memanfaatkan Masjid BUMN untuk mengambil air bersih dan kegiatan mandi, cuci, dan kakus.

Satu dari beberapa pengungsi, Samida yang berkewarganegaraan Afghanistan mengatakan bahwa ia dan keluarganya sudah 2 tahun menetap di Indonesia. "Kami ingin menetap di sini karena negara kami sedang perang," tutur Samidah. (*/J-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More