Kamis 04 Juli 2019, 09:40 WIB

Jangan Benturkan Parpol dan Nonparpol

Dero Iqbal Mahendra | Politik dan Hukum
Jangan Benturkan Parpol dan Nonparpol

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Hamidi Muluk.

 

SETELAH KPU menetapkan presiden dan wakil presiden terpilih hasil Pilpres 2019, diskursus politik dalam negeri kini bergeser ke berbagai isu lain. Salah satunya perihal susunan kabinet yang akan menopang pemerintahan Jokowi-Ma'ruf lima tahun ke depan.

Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Hamidi Muluk menilai untuk komposisi kabinet pada pemerintahan mendatang tidak perlu menjadi perdebatan apakah berasal dari partai politik atau nonpartai politik. Menurutnya, hal yang terpenting bagi seorang menteri ialah dapat bekerja sama dan membantu presiden dalam menjalankan visinya. "Terlepas dari soal dicalonkan partai atau bukan, yang lebih penting bisa bekerja keras atau tidak," tuturnya saat dihubungi, kemarin.

Selain dapat bekerja sama dan bekerja keras, imbuhnya, menteri juga harus cepat mengeksekusi keinginan presiden menjadi sebuah kebijakan. Juga, harus dapat menggerakkan birokrasi dan memiliki terobosan.

Menurut dia, pemenuhan nilai-nilai tersebut sebagai syarat kabinet mendatang, jauh lebih penting dibandingkan meributkan jumlah menteri dari partai dan non partai.

Lebih lanjut, saat ditanya terkait komposisi ideal antara menteri dari parpol dan nonparpol, menurut dia tidak ada aturan ideal terkait besaran komposisinya. Jumlahnya bisa 40:60 atau bisa juga 50:50.

Namun, akan lebih baik jika komposisi dari nonparpol lebih banyak dibandingkan dari parpol. "Kalau bisa dari partai lebih sedikit proporsinya, 40% parpol dan 60% nonparpol," terang Hamidi.

Transparansi
Komisi Informasi Pusat (KIP) mendorong presiden terpilih agar menerapkan prinsip dasar transparansi dalam penyusunan kabinet.

"Meski hak prerogatif presiden untuk menentukan menteri-menterinya,   aspek transparansi itu tentu sangat mendasar karena itulah yang akan dinilai publik. Figur-figur mana yang cocok, apa saja kriterianya itu harus diungkap ke masyarakat secara gamblang," kata komisioner KIP Romanus Ndau Lendong.

Menurutnya, ruang kompromi yang saat ini sedang dilakukan partai-partai koalisi Jokowi-Maruf jangan sampai mengabaikan aspek penting transparansi. "Ruang gelap politik yang transaksional itu tidak boleh lagi kita ulangi. Masyarakat juga punya hak untuk mengusulkan dan mengetahui siapa-siapa saja menteri yang pantas dan bukan hanya urusan partai politik semata," tegasnya.

Mantan cawapres Sandiaga Uno menya-takan akan membantu pemerintah dari luar lingkaran kekuasaan. "Dalam demokrasi itu harus ada check & balance. Ada yang berkuasa, namun kebijakan-kebijakannya harus ada yang memantau dan mengoreksi," tukasnya.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Arsul Sani, menyebutkan bahwa presiden dan wapres terpilih akan segera menyusun kabinet periode 2019-2024, setelah bertemu dengan tim hukum, TKN, dan pimpinan parpol peng-usung.

Saat ditanya apakah TKN juga mengusulkan nama-nama menteri, ia mengatakan tidak diharamkan jika TKN mengusulkan nama anggota kabinet, tetapi sejauh ini belum ada yang mengusulkan hal itu ke presiden dan wapres terpilih.

"Tentu di antara TKN dan bahkan TKD tidak menutup kemungkinan diminta Pak Jokowi untuk membantu dalam pemerintahannya, apakah posisi di kabinet atau di posisi lain itu tentu hak prerogatif beliau." (Ths/Ant/P-3)

Baca Juga

MI/MOHAMAD IRFAN

LPSK Siap Lindungi Saksi Kasus Tewasnya Pendeta Yeremia

👤Sri Utami 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 15:03 WIB
Saat ini permohonan yang diajukan Badan Pengurus Pusat Gereja Kemah Injil Indonesia untuk keluarga dan saksi terkait penembakan pendeta...
MI/Adam Dwi

Mantan Sekretaris MA Nurhadi tidak Ajukan Eksepsi

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 14:35 WIB
Nurhadi disidang bersama terdakwa lain, yakni Rezky Herbiyono yang juga merupakan...
MI/ Adam Dwi Wapres

Wapres Minta Pesantren Lahirkan Santri ‘Gus Iwan’

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 22 Oktober 2020, 14:33 WIB
Ma’ruf berharap agar pesantren bisa menjadi penggerak dan pusat perekonomian kerakyatan untuk mendorong ekonomi dan keuangan syariah...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya