Kamis 04 Juli 2019, 08:40 WIB

Servis di Bengkel Resmi tidak Menguras Kantong

mediaindonesia | Otomotif
 Servis di Bengkel Resmi tidak Menguras Kantong

ANTARA/ERIC IRENG
bengkel mobil

BANYAK anggapan bahwa biaya servis di bengkel resmi akan menguras kantong. Akibatnya, para pemilik mobil enggan melakukan perawatan kendaraan mereka di bengkel resmi.

Menanggapi hal ini, Toto Yulianto selaku Section Head of Service Administration PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) menyebut biaya yang dikeluarkan untuk servis di bengkel resmi sebenarnya masih masuk akal dan wajar. "Bengkel resmi itu bukannya mahal, harga masih reasonable," ujarnya saat diskusi otomotif dalam rangka ulang tahun ke-16 Forum Wartawan Otomotif Indonesia (Forwot), di Bogor, akhir pekan lalu.

Dia mencontohkan biaya servis Suzuki Ertiga untuk 2,5 tahun pertama atau penggunaan hingga 50 ribu kilometer (km) memberi keuntungan bagi konsumen karena jasa servis gratis.

Suzuki memberikan enam fase servis gratis selama 2,5 tahun, yaitu 1.000, 10.000, 20.000, 30.000, 40.000, dan 50.000 km.

Sementara itu, untuk total biaya penggantian part selama 2,5 tahun atau dari 0-50.000 km hanya Rp2.368.300 untuk mobil manual dan Rp2.578.300 untuk matik. "Biaya perawatan untuk 2,5 tahun berikutnya juga masih terjangkau," kata Toto.

Biaya servis 2,5 tahun berikutnya atau dari 60 ribu km hingga 100 ribu km untuk ongkos jasanya sebesar Rp2.060.000. Sementara itu, untuk penggantian spare part selama masa tersebut mencapai Rp2.685.700 (manual) dan Rp2.700.700 (matik).

Toto mengamati, banyak pemilik kendaraan yang meremehkan servis kendaraan baru mereka ketika berusia sebulan tidak mencapai 1.000 km, bahkan dalam 6 bulan tidak mencapai 10 ribu km. Padahal, hal itu disarankan pada buku manual dan tanpa dipungut biaya.

Penyebabnya, mereka merasa mobil masih terhitung baru, pada servis 1.000 km tidak ada penggantian ganti oli dan cuma bersifat pemeriksaan.

"Untuk servis 1.000 km, seluruh bagian mesin kami periksa. Seperti van belt, v-belt, kami cek lagi apakah tekanannya masih normal atau tidak. Seluruh baut juga kami cek, engine mounting, baut roda, semuanya. Lalu kami cari tahu apakah ada kebocoran oli di mesin. Air radiator kami cek juga, ada bocor atau tidak," papar dia.

Ia mengingatkan para pemilik kendaraan agar melaksanakan servis rutin di bengkel legal untuk menjaga kualitas kendaraan dan mempertahankan garansi dari pabrikan, serta nilai jual kembali kendaraan. "Keuntungan perawatan di bengkel legal ialah mekaniknya tesertifikasi, peralatan komprehensif, ruang tunggu nyaman, kualitas terjaga, suku cadang asli, serta jaminan servis dan suku cadang," tutup Toto. (Try/S-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More