Rabu 03 Juli 2019, 19:10 WIB

Mengubah Sarang Seniman Hingga Bertaraf Internasional

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Mengubah Sarang Seniman Hingga Bertaraf Internasional

ist
Taman Ismail Marzuki (TIM)

 

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta resmi memulai proses revitalisasi Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) Taman Ismail Marzuki (TIM) hari ini.

Peletakkan batu pertama dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dengan didampingi oleh Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Dwi Wahyu Daryoto dan budayawan Salim Said.

Acara peresmian dilakukan di selasar kawasan TIM. Revitalisasi dilakukan guna meningkatkan fungsi kawasan menjadi pusat kesenian dan kebudayaan bertaraf internasional.

"Jakarta memiliki banyak bibit ungul di bidang seni dan budaya. Tugas pemerintah adalah menyediakan tempat serta iklim yang baik agar bibit-bibit itu tumbuh subur, tidak hanya menjadi seniman yang dihargai di tingkat nasional tetapi juga internasional. TIM juga diharapkan tidak hanya menjadi pusat seni dan budaya di Indonesia serta Asia tetapi juga dunia," kata Anies, Rabu (3/7).

Anies juga menegaskan sebagai pusat seni dan budaya, iklim di kawasan TIM juga harus dijaga agar tertib. Oleh karenanya, seiring dengan revitalisasi TIM, Pemprov juga merevitalisasi trotoar di kawasan Cikini guna memfasilitasi masyarakat agar senang berjalan kaki serta mudah menjangkau TIM.

Untuk Diketahui, Taman Ismail Marzuki awalnya diresmikan pada 10 November 1968 oleh Gubernur DKI Jakarta saat itu, Ali Sadikin. Awalnya lahan seluas kurang lebih 8 hektare ini merupakan ruang rekreasi umum Taman Raden Saleh, serta kebun binatang Jakarta (saat ini pindah ke Ragunan). Kemudian, Ali Sadikin mengubah area ini menjadi pusat kesenian agar para seniman Jakarta dapat berkarya.

Nama Ismail Marzuki dipilih atas penghargaan sebagai seniman asal Betawi (Jakarta) yang telah berjasa menciptakan lebih dari 200 lagu, di antaranya lagu-lagu perjuangan bangsa, seperti Halo-Halo Bandung, Berkibarlah Benderaku, Nyiur Melambai, dan Sepasang Mata Bola.

Adapun revitalisasi kali ini merupakan pelaksanaan Pergub No.68/2018 tentang Percepatan Pelaksanaan Kegiatan Strategis Daerah dan Kepgub No.1042/2018 tentang Daftar Kegiatan Strategis Daerah. “Revitalisasi TIM diproyeksikan melahirkan seniman-seniman besar Indonesia dengan tetap melestarikan fungsi dasarnya sebagai taman warga kota,” ungkap Dirut PT Jakpro Dwi Wahyu Daryoto, di sela-sela acara seremoni.

Revitalisasi PKJ – TIM memerlukan dana Rp1,8 Triliun. Sumber dana dari Penyertaan Modal Daerah (PMD) DKI Jakarta. Untuk PMD tahap 1 yang cair tahun ini adalah sebesar Rp200 Miliar.

Pada tahap ini Dwi menjelaskan proses yang dilakukan adalah merevitalisasi selasar dan wajah depan TIM, penyediaan ruang terbuka, dan Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin.

"Kami juga memperkecil ruang parkir mobil karena memang tidak ingin menyediakan banyak ruang parkir agar pengunjung yang datang atau pihak yang beraktivitas bisa menggunakan angkutan umum," tegasnya. (A-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More