Rabu 03 Juli 2019, 16:36 WIB

Bangladesh Belajar Diseminasi Informasi Pertanian ke Indonesia

mediaindonesia.com | Advertorial
Bangladesh Belajar Diseminasi Informasi Pertanian ke Indonesia

Dok Kementan
Bangladesh Belajar Diseminasi Informasi Pertanian ke Indonesia

AGRICULTURE Information Service (AIS) pemerintah Bangladesh mempelajari sektor pertanian Indonesia, selain secara khusus mempelajari sistem desiminasi informasi dan manajemen. Bangladesh menilai  Indonesia telah berhasil mentransformasi pertanian tradisional menjadi pertanian modern.

Kunjungan delegasi Bangladesh diterima oleh Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian (Kementan) Kuntoro Boga Andri.

"Secara khusus, mereka tertarik dengan kemajuan sektor pertanian kita, tadi sudah saya paparkan kinerja 4,5 tahun pembangunan pertanian kita. Kami juga menyampaikan sistem pengelolaan informasi dan diseminasi teknologi pertanian di Indonesia," kata Kuntoro, Selasa (2/7).

Lebih lanjut, Kuntoro menjelaskan kepada delegasi Banglades bahwa selama ini program dan informasi pembangunan pertanian disampaikan khususnya kepada petani dan masyarakat luas melalui berbagai saluran informasi, baik saluran tradisional, mainstream, digital, termasuk media sosial.

Organisasi pemerintahan pusat dan daerah sangat memengaruhi strategi komunikasi dan pelaksanaan program dan keterlibatan pelaku kegiatan pembangunan pertanian termasuk dalam diseminasi teknologi pertanian.

"Kementerian Pertanian memiliki struktur sampai daerah yang bisa langsung bersentuhan dengan petani dan pelaku agrobisnis. Ada unit kerja kami di semua provinsi yang mendampingi kegiatan-kegiatan dalam pengkajian teknologi pertanian, diseminasi, dan penyuluhan pertanian, pendidikan dan perkarantinaan. Kami juga memiliki mitra Dinas Pertanian di provinsi dan kabupaten daerah yang secara bersama sama membangun sektor pertanian di lapangan," katanya.

Pimpinan delegasi AIS, Rezaul Islam mengapresiasi sistem yang telah terbangun dan capaian sektor pertanian Indonesia. Rezaul Islam juga mengapresiasi pengelolaan informasi pertanian dan strategi komunikasi yang dilakukan Kementan RI. Karena itu, Rezaul mengaku tertarik untuk mempelajari lebih jauh dari Kementerian Pertanian RI, khususnya pada proses pemberitaan informasi pertanian.

Baca juga: Ekspor Pertanian ke Spanyol Naik Spektakuler

"Kami juga telah menggunakan teknologi informasi secara optimal, seperti yang Kepala Biro sampaikan di Indonesia sudah diaplikasikan. Berbagai kanal dan akun media sosial. Ada Facebook, Twitter, Instagram, Youtobe, website, dan radio juga telah digunakan oleh penyuluh, peneliti, dan pegawai kementerian pertanian di Bangladesh untuk diseminasi berbagai informasi dan teknologi yang kami punya," katanya.

"Selama ini kami memublikasikan dan mendiseminasi informasi pertanian di Bangladesh di televisi setiap pagi. Selain itu kami juga menyiarkan informasi pertanian melalui radio dan kami menyiapkan hotline telepon. Tapi di Indonesia lebih maju dan lebih banyak saluran untuk mengakses akses informasi yang memudahkan penerapan teknologi. Ini perlu kami pelajari lebih jauh dan  terapkan di negara kami," tukasnya. (RO/X-15)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More